Mata Banua Online
Rabu, April 8, 2026
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper
Mata Banua Online
No Result
View All Result

GJL Kalsel Desak Gubernur Copot Jabatan Madun

by Mata Banua
23 Januari 2024
in Banjarmasin, Kotaku
0

 

BANJARMASIN – Ketua DPW Gerakan Jalan Lurus (GJL) Kalimantan Selatan Anang Rosadi Adenansi mendesak Gubernur Kalsel Sahbirin Noor segera menindaklanjuti rekomendasi Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN).

Berita Lainnya

Walikota dan Dandim 1007 Tanam Padi di Sungai Andai

Walikota dan Dandim 1007 Tanam Padi di Sungai Andai

8 April 2026
Yamin Minta Dukungan Perluasan Wilayah ke Pemprov

Yamin Minta Dukungan Perluasan Wilayah ke Pemprov

8 April 2026

Dari rekomendasi KASN, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Kalimantan Selatan Muhammadun alias Madun terbukti bersalah melanggar UU ASN Nomor 20 Tahun 2023 serta Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 94 Tahun 2021 tentang Disiplin PNS.

“Dari temuan Bawaslu Provinsi Kalimantan Selatan kemudian ditindaklanjuti oleh KASN, terbukti jika Muhammadun alias Madun yang merupakan ASN atau PNS melanggar ketentuan hingga direkomendasi sanksi atau hukuman disiplin berat. Aturan ini harus ditegakkan,” ucap Anang Rosadi Adenansi kepada jejakrekam.com, Selasa (23/1).

Menurut Anang Rosadi, dalam rekomendasi KASN bernomor R-4788/NK.01.00/12/2023 tanggal 20 Desember 2023 diteken oleh Ketua KASN Agus Pramusinto jelas-jelas bahwa Madun terbukti melanggar kode etik dan kode perilaku serta netralitas ASN.

“Pernyataan Gubernur Kalsel dalam setiap kesempatan untuk menjaga netralitas ASN atau PNS yang bekerja di lingkungan Pemprov Kalsel akan diuji. Jika ternyata Madun yang merupakan Kepala Disdikbud Kalsel ini tak disanksi, sama saja pernyataan kepala daerah tidak diindahkan oleh bawahannya,” tutur mantan anggota DPRD Kalsel ini.

Menurut Anang Rosadi, terlalu berani dan berat bagi Paman Birin-sapaan akrab Sahbirin Noor selaku Gubernur Kalsel dan Pejabat Pembina Kepegawaian (PPK) serta Pejabat yang Berwenang (Pyb) mempertaruhkan jabatan politisnya, jika ternyata Madun tidak dikenakan sanksi hukuman disiplin berat seperti rekomendasi KASN.

“Paman Birin harus berani mencopot atau mengganti Madun dari posisi Kepala Disdikbud Kalsel. Keberanian Paman Birin ini sangat dinanti publik. Jika Paman Birin berani berarti telah membuktikan pernyataannya sekaligus menegakkan aturan netralitas ASN,” ucap putra tokoh pers Kalsel, Anang Adenansi ini. jjr

 

Mata Banua Online

© 2025 PT. Cahaya Media Utama

  • S0P Perlindungan Wartawan
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

No Result
View All Result
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper