
BANJARMASIN – Dokter HM Zairullah Azhar MSc menyatakan sikapnnya secara pribadi mendukung pasangan Calon Presiden (Capres) dan Calon Wakil Presiden (Cawapres) nomor urut dua Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka. Alasannya yakni demi terwujudnya Ibu Kota Nusantara (IKN) di Provinsi Kalimantan Timur.
Pernyataan Ketua DPW PKB Kalsel itu tersebar luas di masyarakat dalam rekamam video. Hal tersebut disampaikan Zairullah Azhar spontan dan secara pribadi, karena merasa sebagai orang yang lahir dan besar di Provinsi Kalimantan Selatan tetap mendukung IKN baru.
Mantan birokrat di Pemprov Kalsel ini tak menampik jika langkah politik yang dilakoninya berseberangan dengan PKB yang jelas-jelas sudah mengusung pasangan Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar di Pilpres mendatang.
“Sebagai Ketua DPW PKB saya akan siap menerima apa pun keputusan dari partai. Ini semua saya lakukan demi kepentingan rakyat Kalsel, yang jauh lebih utama ketimbang urusan politik,” tegasnya, ketika ditanya wartawan di tempat kediamannya di Jalan Sultan Adam Banjarmasin, Rabu (3/1) sore.
Zairullah menjelaskan, ketika mendengar kebijakan Presiden Jokowi tentang IKN yang baru, awalnya biasa saja. Tapi, setelah berangkat ke sana dan melihat pembangunan yang luar biasa, ia pun terenyuh haru dan bangga.
Sehingga ia merasa bangga dan bersyukur. Oleh sebab itu, menyikapi Pilpres 2024 ini, ia melihat bahwa ini kesempatan terbaik
mendukung kebijakan Jokowi. Dan, ia punya kewajiban mendukung kepentingan masyarakat Kalimantan khususnya Kalsel, terutama Kabupaten Tanah Bumbu untuk masa depan.
“Makanya saya pribadi mengatakan pilih presiden yang mempunyai keputusan dan kebijakan mendukung IKN baru, saya merasa Pak Prabowo merupakan figur yang luar biasa dan bisa memajukan Indonesia dan tentunya Kalsel dalam IKN baru nanti,” jelas Zairullah Azhar yang didampingi Guru Syamsul dari Mandi Kapau, Kabupaten Banjar.
Disinggung koalisi PKB, Nasdem dan PKS yang mendukung pasangan Calon Presiden dan Calon Wakil Presiden Anies-Muhaimin, diakui Zairullah posisinya dalam pernyataan tersebut menjadi diskusi dan pertanyaan banyak orang di PKB.
“Saya dalam kontek kepartaian ya salah, tapi sebagai masyarakat Kalsel saya memperjuangkan aspirasi orang tua, anak-anak, cucu, saudara dan sahabat saya. Kapan lagi Kalimantan maju, pasti ada risiko, dan saya siap menghadapinya,” ujar Zairullah.
Secara tegas, ia juga mengatakan bercita-cita Kalsel ini bisa maju. Karena itu, Bupati Tanah Bumbu ini, menyatakan mengambil keputusan terkadang berisiko sangat pahit.
“Saya berdoa dan bercita-cita IKN ini maju dan masyarakat Kalsel juga maju,” tambahnya.
Menurutnya, kalau IKN terjadi percepatan pembangunan, Kalsel pun ikut maju. Dan, kalau ini terjadi percepatannya akselerasi bisa ratusan tahun, dibanding pembangunan yang dilakukan normatif atau biasa-biasa saja.
Zairullah yang berpengalaman dalam pemerintahan sebagai Bupati Tanah Bumbu mengakui, kalau jadi IKN di Kaltim, otomatis jalan tol Banjarmasin-Batulicin ke Tanjung dan ke IKN, bahkan kereta api ke Bappenas itu bisa jadi. Termasuk bendungan di Kabupaten Tanah Bumbu yang nilainya sampai Rp 2,7 triliun bisa menjadi program pembangunan nasional.
“Saya bicara bukan atas nama partai (PKB, Red), tapi ini spontanitas. Saya tidak mungkin bicara dengan partai, karena keputusan partai berbeda. Saya siap bertanggungjawab demi masyarakat Kalsel,” tutupnya. rds

