Mata Banua Online
Sabtu, Januari 10, 2026
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper
Mata Banua Online
No Result
View All Result

LPEI Resmikan Desa Devisa Kerajinan Kembang Ilung di HSU

by matabanua
25 September 2023
in Daerah, Hulu Sungai Utara
0

 

BERSAMA – Asisten Perekonomian dan Pembangunan HSU, Akhmad Rijani foto bersama dengan LP. (foto:mb/yusuf)

AMUNTAI – Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) atau Indonesia Eximbank meresmikan Desa Devisa Kerajinan Kembang Ilung di Desa Banyu Hirang, Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU).

Berita Lainnya

Bupati Sahrujani Hadiri Apel Pengamanan Haul Guru Danau

Bupati Sahrujani Hadiri Apel Pengamanan Haul Guru Danau

8 Januari 2026
Bupati HSU Tekankan Disiplin ASN

Bupati HSU Tekankan Disiplin ASN

7 Januari 2026

Program Desa Devisa Kerajinan Kembang Ilung ini, merupakan proyek kolaborasi LPEI bersama Direktorat Jendral Kekayaan Negara (DJKN) Kemenkeu dan Perwakilan Bank Indonesia (BI) Kalimantan Selatan (Kalsel).

Kerja sama bertajuk pendampingan desa devisa, menitikberatkan pada proses pemberdayaan masyarakat, untuk mengembangkan potensi komoditas ekspor sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat.

Kepala Divisi Jasa Konsultasi LPEI, Sofyan Irianto Naibaho mengatakan, tugas utama LPEI adalah meningkatkan tensi ekspor global. Dalam program Desa Devisa ini, LPEI akan berperan memberikan pendampingan, pembiayaan, penjaminan dan asuransi.

Sebagai penggagas program, Sofyan mengatakan, LPEI siap mendorong pengembangan Desa Devisa Kerajinan Kembang Ilung menuju pasar dunia.”Berdasarkan informasi, produk kerajian disini (di HSU) sudah bagus dan siap untuk di ekspor,” ucap Sofyan.

Sofyan menambahkan, LPEI akan memberikan dukungan berupa pendampingan, pelatihan, serta bantuan dalam menjalankan proses business matching, mengakses pasar global melalui marketplace, dan mengikuti pameran bagi para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang ingin melakukan ekspor ke pasar internasional.”Dalam waktu dekat, kita akan berusaha produk Desa Devisa pengrajin disini (HSU) bisa masuk ke pasar internasional,” katanya.

Ia juga berpesan, kepada para pengrajin agar terus menjaga kualitas produk yang akan diekspor, dengan harapan dapat meningkatkan jumlah produksi kerajinan secara signifikan.

Asisten Perekonomian dan Pembangunan HSU, Akhmad Rijani mengaku, bersyukur di Kabupaten HSU masih banyak potensi alam yang bisa menjadi pendapatan masyarakat setempat.

Dengan hadirnya program pendampingan Desa Devisa, ia berharap bahwa potensi alam yang ada dapat dimaksimalkan lebih baik untuk meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat. Program ini akan mendukung pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang fokus pada ekspor.(suf/mb03)

 

Tags: Akhmad RijaniAsisten Perekonomian HSUDesa Devisa Kerajinan Kembang Ilung HSULembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia
Mata Banua Online

© 2025 PT. Cahaya Media Utama

  • S0P Perlindungan Wartawan
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

No Result
View All Result
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper