JAKARTA – Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengaku telah merangkul Geely, perusahan otomotif asal China untuk membuat mobil listrik (moblis) merek Indonesia yang diproduksi di Tanah Air.
Menko Luhut mengatakan, negosiasi dengan Geely untuk memproduksi mobil listrik Indonesia sebenarnya sudah dibicarakan sejak beberapa bulan lalu.
“Tapi puncaknya 2 hari lalu, saya tanya mereka, bisa enggak kalau join research buat dengan Indonesia untuk buat mobil EV di Indonesia. Mereka bilang bisa, dan kita sedang bicara teknis sekarang. Presiden juga setuju,” ujar Menko Luhut di Grand Sahid Jaya, Jakarta, Kamis.
Luhut juga menyebut dirinya telah melihat tempat produksi mobil listrik Geely, yang jadi salah satu produsen otomotif terbesar di China.
Dia pun menawarkan kesepakatan dengan Geely untuk merakit electric vehicle di Indonesia. Pemerintah nantinya akan menyodorkan nickel ore kepada mereka untuk diolah menjadi precursor untuk baterai lithium.
“Kemarin datang ke saya offer dia, eh kamu mau enggak bikin di Indonesia, tapi jadi merk Indonesia, tapresearch dengan Indonesia. Dia bilang mau, kami akan supply kamu dengan nickel ore. Kapan lagi kita punya mobil Indonesia, jadi riset bersama kita buat,” ungkapnya.
Pasca menjalani serangkaian negosiasi, Luhut akhirnya berbicara langsung kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat menjajal Kereta Cepat Jakarta Bandung.
“Saya lapor Presiden. Oh, saya setuju banget pak Luhut. Ya dia mau, sama-sama seneng, tapi research harus dipimpin indonesia,” kata Luhut sembari menceritakan isi obrolannya dengan Jokowi.
Untuk proses penelitian, Luhut pun akan menarik sejumlah akademisi dan tim ahli dari sejumlah perguruan tinggi negeri terkemuka. “Saya minta Prof Satrio, abang guru besar dari ITB, nanti dia gabungkan UI, ITB, ahli-ahli kita untuk kerja sama ini. Sehingga 2025 atau 2026 paling lambat kita sudah punya mobil listrik yang dibuat anak bangsa sendiri,” kata Luhut.
Indonesia telah menyatakan siap melakukan lompatan besar menuju net zero emission. Salah satunya dengan mengembangkan ekosistem kendaraan listrik. Meskipun masih relatif baru di Indonesia, perkembangan mobil listrik di Indonesia semakin baik.
Berdasarkan laporan dari Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), penjualan mobil listrik di Indonesia sebanyak 15.437 unit sepanjang 2022. Jumlahnya melesat 383,5% dibandingkan setahun sebelumnya yang sebesar 3.193 unit.
CEO Grant Thornton Indonesia Johanna Gani menjelaskan, pemerintah melihat potensi besar dalam pengembanan mobil listrik karena Indonesia sendiri memiliki cadangan sumber daya nikel untuk pembuatan baterai. Tahun ini Pemerintah meluncurkan berbagai program percepatan Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KBLBB). lp6/mb06

