Mata Banua Online
Rabu, Juni 10, 2026
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper
Mata Banua Online
No Result
View All Result

Raffi Ahmad Bantah Terlibat Suap di Dirjen Bea dan Cukai

Hotman Paris Sebut Kliennya Dinistakan

by Mata Banua
9 Juni 2026
in Headlines
0
UTUSAN Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni, Raffi Farid Ahmad saat dilantik Presiden Prabowo.

JAKARTA – Presenter Raffi Ahmad membantah tuduhan keterlibatannya dalam kasus dugaan suap di Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan. Ia malah menyatakan sudah terbiasa disebut-sebut dalam permasalahan yang terjadi, meskipun sesungguhnya tidak pernah terlibat.

“Itu tidak benar,” kata Raffi Ahmad di Jakarta. “Oh ya, sudah biasa. Saya pernah dibawa dalam pencucian uang lah, ini lah. Tapi yang pasti, kalau ini, saya tidak pernah ada transaksi dan tidak pernah memesan, menerima pun tidak,” tegasnya seperti diberitakan detikcom, Selasa (9/6).

Berita Lainnya

Cap Legalisasi Ijazah Jokowi di PDIP dan KPU Berbeda

Cap Legalisasi Ijazah Jokowi di PDIP dan KPU Berbeda

9 Juni 2026
Gubernur Kalsel Tinjau Rencana Lokasi Pembangunan SPKLU

Gubernur Kalsel Tinjau Rencana Lokasi Pembangunan SPKLU

9 Juni 2026

KPK sebelumnya menyebut nama Raffi terseret usai sempat berkunjung ke Kantor Blueray Cargo di Amerika Serikat (AS) untuk menitip atau mengirimkan sejumlah barang elektronik ke Indonesia, seperti iPhone 17.

Kendati demikian, Pelaksana Tugas Direktur Penyidikan KPK Achmad Taufik Husein mengaku belum mengembangkan fakta tersebut lebih lanjut dalam dalam penyidikan kasus di Bea Cukai.

“Betul, ada fakta saudara RA [Raffi Ahmad] itu menitip,” katanya.

Nama Raffi pertama kali muncul pada persidangan yang berlangsung di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat, Jumat (5/6) dalam perkara dengan terdakwa Pimpinan Blueray Cargo (Grup) John Field dan kawan-kawan.

Awalnya, jaksa KPK menanyakan kepada saksi Sri Pangestuti alias Tuti selaku Pengusaha Pengurusan Jasa Kepabeanan (PPJK) terkait permintaan pengiriman laptop dan iPhone 17 dari AS ke Indonesia.

Permintaan tersebut disampaikan oleh Yohanes, yang merupakan asisten pribadi John Field, saat Raffi mengunjungi Kantor Blueray Cargo di AS.

Nama Raffi juga tertuang dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP) Yohanes. Hal itu sempat ditanyakan jaksa dalam persidangan pada Rabu (20/5).

“Di BAP Nomor 108, ini ada titipan kargo di Bali atas nama Raffi Ahmad melalui Nelwan pegawai Blueray Jakarta perwakilan Amerika Serikat. Dia ada nitip laptop sama hp, bagaimana ini saksi?” tanya jaksa.

Yohanes lantas menjelaskan bahwa Nelwan merupakan Kepala Divisi Blueray Cargo di AS. Saat itu, Raffi sedang berlibur.

John Field dan kedua anak buahnya yang bernama Dedy Kurniawan Sukolo dan Andri didakwa menyuap beberapa pejabat pada Direktorat Jenderal Bea dan Cukai dengan uang sejumlah Rp61 miliar dan pemberian fasilitas hiburan dan barang mewah senilai Rp1,8 miliar. Penerima suap terdiri dari Direktur Penindakan dan Penyidikan DJBC, Rizal; Kasubdit Intelijen Direktorat Penindakan dan Penyidikan, Sisprian Subiaksono; dan Kepala Seksi Intelijen Kepabeanan I Direktorat Penindakan dan Penyidikan, Orlando Hamonangan.

Belakangan, Raffi menggandeng pengacara Hotman Paris sebagai langkah hukum setelah disebut dalam kasus dugaan suap di lingkungan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai yang menyeret nama presenter kondangan tersebut.

Dalam unggahan di media sosial bersama Hotman Paris, Selasa (9/6), Raffi Ahmad memberikan peringatan kepada pihak yang memberitakan hal yang “jauh dari cerita sebenarnya.”

“Mr. @hotmanparisofficial berkata … Hati Hati Untuk yang membuat berita yang jauh dari cerita sebenrnya / kesaksian yang keliru / menjadi hoax yang keterlaluan bisa terkena pencemaran nama baik. Sampai berjumpa hari KAMIS,” tulis Raffi Ahmad.

Terpisah, Advokat senior Hotman Paris Hutapea buka suara soal selebritas yang juga Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni, Raffi Ahmad terseret dalam kasus dugaan suap terkait importasi barang di lingkungan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan.

Hotman mengaku dirinya telah diminta Raffi untuk memberikan pendampingan hukum setelah terseret dalam perkara tersebut.

Menurut Hotman, kliennya Raffi Ahmad dinistakan oleh pihak-pihak tertentu dalam perkara tersebut.

“Raffi Ahmad telepon saya, minta pendampingan hukum melawan semua yang telah memfitnah dia, ya, katanya nama dia disebut-sebut dalam sidang, sidang soal Blueray Cargo import,” kata Hotman dalam video yang diunggah di akun Instagramnya @hotmanparisofficial seperti dikutip Selasa (9/6), yang dikutip CNNIndonesia.com.

Dalam video lainnya, Hotman mengungkapkan kepergian Raffi ke Amerika Serikat itu tidak seorang diri, tapi juga ada selebritas lainnya.

Hotman menyebut sejumlah nama selebritas papan atas Indonesia dari mulai Ariel Noah hingga Gading Martin.

“Orang-orang yang ada di tempat tersebut pada waktu itu, waktu makan di Awang Kitchen di New York City adalah ada nama Ariel Noah, ada nama Desta, dan Gading Martin. Waktu itu mereka mengunjungi Awang Kitchen, satu restoran populer di New York, Amerika Serikat,” tutur dia.

“Tapi, kok tiba-tiba nama Raffi Ahmad oleh para oknum yang tidak suka, malah dia diviralkan, diviralkan, dibuat nistaan bahwa seolah-olah Rafi Ahmad terlibat dalam skandal, skandal impor Blueray cargo, ya, Blueray cargo yang melibatkan oknum Bea dan Cukai,” sambungnya.

Hotman belum berbicara lebih lanjut ihwal terseretnya Raffi dalam kasus tersebut. Dia hanya menerangkan bersama Raffi Ahmad akan menggelar konferensi pers pada Kamis (11/6) untuk berbicara lebih lanjut ihwal perkara terseret dalam kasus rasuah di lingkungan bea cukai tersebut.

“Ketemu hari Kamis jam 02.00 siang di tempat yang akan ditentukan, Hotman dan Raffi Ahmad akan melakukan konferensi pers di Jakarta,” ucap Hotman.

CNNIndonesia.com sudah menghubungi perwakilan Raffi Ahmad terkait kabar tersebut, tapi belum mendapatkan respons.

Sementara, Istana melalui Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi juga angkat suara usai nama Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda, Raffi Ahmad terseret dalam kasus dugaan suap di Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan.

Pras, sapaan akrabnya, mengajak semua pihak berkonsentrasi dan bekerja sama pada pemulihan ekonomi nasional. Sebab, kata Pras, kondisi ekonomi saat ini dipengaruhi berbagai faktor.

Pras tak menjawab tegas dan spesifik soal kasus tersebut.

“Sehingga mari kita saling bergandengan tangan, saling merapatkan eh barisan, saling bekerja sama satu sama lain untuk memperkuat ekonomi kita. Itu dulu,” kata dia di kompleks parlemen, Selasa (9/6). web

 

Mata Banua Online

© 2025 PT. Cahaya Media Utama

  • S0P Perlindungan Wartawan
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

No Result
View All Result
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper