Mata Banua Online
Rabu, Juni 10, 2026
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper
Mata Banua Online
No Result
View All Result

Sabalenka Gagal ke Semifinal French Open

by Mata Banua
4 Juni 2026
in Olahraga
0
Petenis asal Belarus Aryna Sabalenka.(foto;mb/web)

Jakarta – Unggulan teratas Aryna Sabalenka terhenti pada perempat final French Open, Rabu, setelah kalah 3-6, 7-5, 6-0 dalam waktu 2 jam 12 menit dari unggulan ke-25 Diana Shnaider.

Kemenangan Shnaider mengakhiri enam semifinal Grand Slam berturut-turut petenis No.1 dunia itu.

Berita Lainnya

Jerman Cari Penebusan di Piala Dunia 2026

Jerman Cari Penebusan di Piala Dunia 2026

9 Juni 2026
Timnas Spanyol Kalahkan Perus 3-1 d Laga Pemanasan

Timnas Spanyol Kalahkan Perus 3-1 d Laga Pemanasan

9 Juni 2026

“Kondisi sulit dengan angin, pertama kali bermain melawan Aryna, sangat gugup,” kata Shnaider seperti dikutip laman WTA.

“Perempat final untuk pertama kalinya, tentu saja sangat menegangkan.”

Petenis berusia 22 tahun itu tampil dalam perempat final Grand Slam pertamanya dan menghadapi petenis nomor satu dunia untuk pertama kalinya.

Saat angin berhembus kencang di sekitar Lapangan Philippe-Chatrier, ia menguasai kondisi dan menghadapi momen tersebut untuk melakukan debut semifinal Grand Slam-nya.

Dari kedudukan 6-3, 4-1, Shnaider menghasilkan pukulan winner beruntun untuk memenangi 12 dari 13 gim berikutnya, dan 10 gim terakhir secara beruntun dari kedudukan 5-3.

Sebaliknya, kendali Sabalenka hilang saat melakukan 57 kesalahan sendiri — 17 di antaranya pada gim penentu, pertama kalinya ia kalah 0-6 sejak set ketiga pada babak kedua Dubai 2024 melawan Donna Vekic.

Shnaider mencetak kemenangan set ketiga 6-0 kedua berturut-turut, setelah mengalahkan Madison Keys 6-3, 3-6, 6-0 pada babak keempat.

“Saya hanya mencoba fokus poin demi poin, tidak memikirkan skor. Saya berpikir, tidak apa-apa. Kondisinya sulit, dia petenis peringkat 1 dunia,” ujar Shnaider.

Kemenangan Shnaider membuat pertama kalinya susunan semifinal Grand Slam terdiri dari pemain yang lahir pada abad ke-21.

Mirra Andreeva (lahir 2007) adalah yang termuda, diikuti Shnaider (2024), Marta Kostyuk (2002) dan Maja Chwalinska (2001).

Ini juga pertama kalinya dalam 15 tahun keempat semifinalis Grand Slam berusia di bawah 25 tahun.

Shnaider akan menghadapi semifinalis Grand Slam pertama lainnya, Chwalinska, yang lolos dari babak kualifikasi, saat kedua pemain berupaya mencapai final Grand Slam pertama mereka. ant

 

Mata Banua Online

© 2025 PT. Cahaya Media Utama

  • S0P Perlindungan Wartawan
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

No Result
View All Result
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper