
MARTAPURA – Dinas Pertanian Kabupaten Banjar memastikan stok hewan kurban untuk perayaan Idul Adha 1447 H dalam kondisi aman dan surplus. Selain kecukupan jumlah, pemeriksaan kesehatan secara intensif juga terus digencarkan untuk menjamin kelayakan konsumsi masyarakat.
Hal tersebut dikatakan Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner (Keswan Kesmavet) Distan Banjar drh Lulu Vilavardi, Kamis (21/5).
Ia mengatakan, berdasarkan data terkini ketersediaan stok hewan kurban di wilayah Kabupaten Banjar dinilai sangat mencukupi, yakni sebanyak 2.500 ekor. Mengingat prediksi pemotongan mengacu pada pencapaian tahun lalu yang mencapai 2.020 ekor.
“Pemerintah daerah juga telah menyiapkan langkah antisipasi dengan berkoordinasi bersama wilayah Banjarmasin dan Banjarbaru, apabila terjadi kekurangan pasokan di kemudian hari,” ujarnya.
Lulu menegaskan, pihaknya tidak hanya fokus pada kuantitas, jaminan kesehatan hewan kurban juga menjadi prioritas utama. Sejak satu bulan terakhir, petugas dari dinas terkait telah bergerak ke lapangan untuk memeriksa kesehatan sapi di tingkat pengepul dan pedagang.
Pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh, mulai dari fisik hingga uji laboratorium terhadap sampel kotoran dan darah hewan. Hasil uji laboratorium Balai Veteriner (B-Vet) mengonfirmasi seluruh stok sapi di Kabupaten Banjar dinyatakan sehat dan bebas dari penyakit.
“Dari satu bulan kemarin kami sudah bergerilya mendatangi teman-teman pengumpul sapi, pedagang sapi, dan dari sapi-sapi itu kami periksa semua baik secara fisik termasuk di ambil sampel kotorannya, serta juga sebagian kami ambil sampel darahnya. Dan hasil dari lab B-Vet itu sudah keluar, insha Allah semua sapi-sapi stok kita sehat dan tidak ada masalah,” jelasnya.
Selain itu, untuk lancarnya pelaksanaan di hari H, Lulu mengakui Pemkab Banjar telah membentuk Tim Juru Sembelih Halal (Juleha). Tim ini diperkuat petugas dinas untuk pemeriksaan ante-mortem dan post-mortem, serta berkolaborasi dengan asosiasi juru sembelih lokal yang sudah terbentuk sejak dua tahun lalu.
“Kehadiran tim ini diharapkan mampu menyiasati keterbatasan petugas dalam mengawasi proses penyembelihan secara syariat dan higienis,” pungkasnya. ril/dio

