
BANJARMASIN – PT Pegadaian memberikan dukungan program gerakan menabung sampah menjadi emas atau disingkat Gemas yang dilaksanakan bank-bank sampah di Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan.
Sekretaris Daerah Kota Banjarmasin Ikhsan Budiman di Banjarmasin, Rabu, menyampaikan apresiasi atas kontribusi PT Pegadaian khususnya area Banjarmasin yang ikut menyukseskan program Gemas sebagai upaya untuk penanganan darurat sampah di kota ini.
Menurut dia, darurat sampah yang dialami kota ini sejak ditutupnya Tempat Pemrosesan Akhir Sampah (TPAS) Basirih oleh Kementerian Lingkungan Hidup RI pada Februari 2025 hingga kini, dilakukan langkah memperkuat peran bank-bank sampah dalam mengelola sampah.
“Ada lebih 300 bank sampah didirikan masyarakat kota ini, dan juga ada bank sampah induk,” ujarnya.
Menurut Ikhsan, Pemerintah Kota Banjarmasin mendorong pengelolaan sampah berbasis ekonomi sirkular, di mana sampah yang dipilah dapat bernilai ekonomis bagi masyarakat. Salah satu program yang dijalankan adalah melalui Gerakan Menabung Sampah Menjadi Emas (Gemas).
“Melalui program Gemas ini, sampah yang sudah dipilah bisa dimanfaatkan dan bahkan ditabung menjadi emas melalui kerja sama dengan Pegadaian. Jadi peran bank sampah di sini sangat penting sebagai mitra masyarakat dalam menerima sampah yang sudah dipilah maupun diolah,” ungkapnya.
Ikhsan menuturkan, kerja sama di antara bank sampah dan Pegadaian perlu diperluas agar manfaatnya dapat dirasakan oleh lebih banyak masyarakat di Kota Banjarmasin.
Deputi Bisnis PT Pegadaian Area Banjarmasin Fahri Mokoagow, mengatakan bahwa kerja sama Pegadaian dengan bank sampah di Kota Banjarmasin telah berjalan sejak tahun 2018 dan merupakan bagian dari program nasional Pegadaian.
“Pegadaian memang bermitra dengan bank sampah sejak 2018, khususnya yang ada di Kota Banjarmasin. Ini juga merupakan program nasional kami di berbagai daerah sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan serta mendorong agar sampah memiliki nilai ekonomis bagi masyarakat,” ujarnya.
Ia menilai program Gerakan Menabung Sampah Menjadi Emas yang digagas Pemerintah Kota Banjarmasin sejalan dengan program Pegadaian dalam mengembangkan ekonomi sirkular berbasis pengelolaan sampah.
“Saat ini kami baru bekerja sama dengan empat bank sampah. Dengan adanya rencana perluasan yang disampaikan Pak Sekda, tentu ini menjadi peluang kerja sama yang sangat baik ke depan dalam rangka membantu menyelesaikan persoalan sampah sekaligus menciptakan nilai ekonomi bagi masyarakat,” jelasnya.
Fahri menambahkan, ke depan Pegadaian bersama Pemerintah Kota Banjarmasin akan menindaklanjuti kerja sama tersebut melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dengan Wali Kota Banjarmasin sebelum kemudian dilanjutkan dengan perjanjian kerja sama operasional bersama bank-bank sampah di kota tersebut.
“Ke depan kami akan melakukan MoU terlebih dahulu dengan Bapak Wali Kota, kemudian dilanjutkan dengan perjanjian kerja sama operasional dengan bank-bank sampah yang ada, sehingga program ini bisa berjalan lebih luas dan optimal,” demikian katanya. ant

