
JAKARTA – Ramadan masih menjadi salah satu mesin penggerak ekonomi nasional. Lonjakan konsumsi rumah tangga di periode ini tak hanya terlihat di sektor ritel offline tetapi juga semakin kuat di ranah ekonomi digital.
Perubahan perilaku belanja tersebut menjadikan Ramadan sebagai momentum strategis bagi platform e-commerce untuk memacu transaksi para seller atau pelaku usaha melalui berbagai program dan kampanye promosi.
Laporan Jakpat Consumer & Commerce Outlook 2026 mencatat 95% konsumen usia 17-55 tahun memilih berbelanja online, dengan 88% di antaranya menjadikan e-commerce sebagai kanal utama.
Tren tersebut turut diperkuat dengan data Nielsen (2025) yang menunjukkan lonjakan belanja rumah tangga hingga 1,2 kali lipat selama Ramadan, didorong promosi dan harga kompetitif di kanal digital. Tak heran bila Ramadan menjadi salah satu penopang pertumbuhan ekonomi pada kuartal I yang pada 2025 lalu bertumbuh hingga 4,87%.
Kondisi ini mendorong platform digital menghadirkan berbgai program kampanye yang dapat memperkuat ekosistem digital sekaligus mendorong pertumbuhan pelaku UMKM di dalamnya. Misalnya saja terlihat dari sinergi antara TikTok, Tokopedia, dan TikTok Shop melalui kampanye “Ramadan Ekstra Seru 2026” untuk memacu aktivitas transaksi pelaku usaha melalui konsep discovery commerce.
Communications Senior Lead Tokopedia & TikTok Shop Indonesia Antonia Adega mengatakan program tersebut turut mendorong aktivitas konten kreator dan penjual secara signifikan.
Pada minggu pertama Ramadan saja, hampir 13 juta video singkat dibuat oleh kreator dan penjual, melampaui setengah dari total video yang diunggah sepanjang Ramadan tahun sebelumnya. “Kekuatan ini mempengaruhi tren perdagangan di Tokopedia dan TikTok Shop. Terlihat dari LIVE shopping yang ditonton lebih dari 3,4 juta kali. Fenomena ini mendorong penjualan sejumlah kategori mulai dari gamis, mukena, kopi, ponsel hingga kemeja sebagai produk terlaris,” terangnya.
Menariknya, sekitar 68% pengguna menjadikan TikTok sebagai titik awal perjalanan belanja, mulai dari mencari inspirasi hidangan berbuka puasa hingga mengambil keputusan pembelian menjelang hari raya.
Kekuatan penemuan produk melalui konten serta dukungan komunitas TikTok yang disinergikan dengan kemudahan transaksi di Tokopedia dan TikTok Shop membuka peluang pertumbuhan bagi brand lokal saat Ramadan.
Founder Mukena Wisanggeni Nila Wulandari mengatakan solusi terintegrasi dari TikTok, Tokopedia, dan TikTok Shop memudahkan pelaku usaha memasarkan produk secara kreatif sekaligus menjangkau pasar yang lebih luas. bins/mb06

