Mata Banua Online
Jumat, Maret 13, 2026
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper
Mata Banua Online
No Result
View All Result

Investasi Emas, Setahun Capai 60 Persen Kenaikan Harga

by Mata Banua
9 Maret 2026
in Ekonomi & Bisnis
0
(foto:mb/web)

JAKARTA – Menteri Ko­or­di­na­tor Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut in­ves­tasi emas memberikan po­ten­si keuntungan yang besar. Dalam se­tahun terakhir, kenaikan harga emas disebut bisa mencapai se­ki­tar 60 persen.

Menurut Airlangga, kinerja emas dalam beberapa waktu te­rak­hir menunjukkan instrumen ter­se­but menjadi pilihan investasi ya­ng menarik bagi masyarakat. “Kalau investasi di emas ini se­ta­hun sudah 60 persen ke­na­ikan­nya. Jadi mau investasi di mana lai, Pak Pandu? Ini terbukti dari BSI maupun Pegadaian,” ujar Airlangga dalam peluncuran In­donesia Bullion Ecosystem Roadmap di Jakarta.

Berita Lainnya

Harga Beras, Bawang Merah, Telur Melandai

Harga Beras, Bawang Merah, Telur Melandai

12 Maret 2026
Para Pekerja sedang Memproduksi Kue Kering

Para Pekerja sedang Memproduksi Kue Kering

12 Maret 2026

Ia juga menyinggung kinerja PT Pegadaian yang dinilai cu­kup kuat dalam bisnis emas. Pe­ru­sahaan pelat merah itu mencatat ra­sio pengembalian aset (return on assets/ROA) sekitar 6,7 per­sen.

Selain itu, jumlah nasabah emas Pegadaian juga terus ber­tam­bah. Saat ini tercatat sekitar 5,7 juta nasabah dengan total ta­bu­ngan emas mencapai 19,25 ton.

Airlangga mengatakan total emas yang dikelola Pegadaian bah­kan mencapai sekitar 141,7 ton. Menurut dia, angka tersebut le­bih besar dibandingkan emas ya­ng dikelola Bank Indonesia. “Jadi pengelolaan emas Pe­ga­dai­an ini lebih tinggi dari Bank In­donesia. Jadi silakan di­a­ku­i­si­si, Bu Destry,” kata Airlangga.

Saat ini pemerintah sedang me­n­­­dorong penguatan ekosistem bul­lion bank di Indonesia. Hi­ng­ga kini terdapat dua pen­ye­le­ng­gara utama, yakni PT Peg­a­dai­an dan PT Bank Syariah In­do­­nesia Tbk (BSI).

Direktur Utama Bank Syariah Indonesia Anggoro Eko Cahyo menyampaikan minat mas­yarakat terhadap investasi emas melalui perbankan syariah jug­a meningkat.

Sepanjang 2025, jumlah na­sa­bah emas BSI tumbuh sekitar 40 persen. Volume perdagangan emas mencapai sekitar 4 ton. “Dua bulan ini saja sudah 2,7 ton. Jadi kelihatannya tahun ini bi­sa dua kali lipat trading-nya,” ujar Anggoro.

Direktur Utama Pegadaian Da­mar Latri Setiawan mem­be­nar­kan, saat ini Pegadaian m­e­ng­elola sekitar 141 ton emas dari ber­bagai produk dan layanan. Ia me­ngatakan emas yang dikelola itu berasal dari berbagai sumber, mu­lai dari produk bullion, titipan emas, pembiayaan berbasis emas, hingga tabungan emas mi­lik masyarakat.

“Emas yang kami kelola sa­at ini sekitar 141 ton. Ini terdiri da­ri berbagai tipe produk bullion, ter­masuk titipan emas, modal ker­ja emas bullion trading, serta ta­bu­ngan emas masyarakat,” ujar Damar.

Pegadaian juga mencatat ta­bu­ngan emas masyarakat men­ca­pai sekitar 19,2 ton yang be­ra­sal dari sekitar 5,6 juta na­sa­bah. Produk ini menjadi salah sa­tu instrumen investasi yang terus diminati karena dapat di­ak­ses dengan nominal kecil.

Untuk memperluas akses in­ves­tasi emas, Pegadaian me­lun­cur­kan aplikasi digital Tring pada Ok­tober 2025. Melalui aplikasi ter­se­but, masyarakat dapat mulai me­na­bung emas dengan nominal mu­lai dari Rp 10.000.

Menurut Damar, hingga ak­hir 2025 aplikasi tersebut telah di­gu­nakan sekitar 4,8 juta peng­guna dengan total transaksi men­capai 21,2 juta kali. Dari ak­ti­vitas itu tercatat transaksi emas se­kitar 4,8 ton atau setara sekitar 50 persen dari total penjualan emas Pegadaian.

Selain layanan digital, Pe­ga­dai­an juga mengembangkan in­frastrukturpendukung ekosistem emas nasional, termasuk melalui pr­o­duk Galeri 24 yang mem­pro­duksi emas batangan. Sepanjang 2025, produksi emas Galeri24 tercatat mencapai 10,2 ton.

Ke depan, Pegadaian juga me­nargetkan peningkatan ser­ti­fi­kasi internasional bagi produk emas­nya. Saat ini sertifikasi yang di­miliki masih berada pada level SME, namun perusahaan me­nar­get­kan peningkatan menuju ser­ti­fikasi London Bullion Market Association (LBMA) dalam be­berapa tahun mendatang.

Damar menambahkan pe­ng­uatan ekosistem bullion bank juga akan didukung pembentukan In­do­nesia Bullion Market As­so­ci­a­tion yang melibatkan sekitar 11 pe­rusahaan di industri emas na­sional. Asosiasi tersebut d­i­tar­getkan dapat diresmikan pada Ju­ni 2026. rep/mb06

 

Mata Banua Online

© 2025 PT. Cahaya Media Utama

  • S0P Perlindungan Wartawan
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

No Result
View All Result
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper