
BANJARBARU – Dalam rangka mendorong efesiensi internal koperasi, Dinas Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (UKM) Provinsi Kalimantan Selatan menggagas inovasi melalui aplikasi E-Lapor Koperasi.
“Kita akan menerbitkan aplikasi E-Lapor Koperasi dalam rangka pembinaan dan pemantauan koperasi dan UKM di Kalsel di era digitaliasi,” ucap Kabid Kelembagaan pada Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Kalsel Bambang Dedi Mulyadi, Rabu (18/2).
Ia mengatakan, di tahun 2026 ini pihaknya akan fokus pengembangan E-Lapor yang tentu akan berkolaborasi dengan bidang lainnya di Dinas Koperasi dan UKM Kalsel.
“Konsep E-Lapor Koperasi ini selaras dengan perkembangan revolusi industry 4.0, yang ditandai dengan pemanfaatan IT, internet of things (IoT), big data, cloud computing dan kecerdasan buatan (AI),” jelasnya.
Ekosistem ini, lanjut dia, tidak hanya mendorong efisiensi internal koperasi, tetapi juga membuka peluang lebih besar dalam membangun koperasi sebagai pilar ekonomi digital rakyat.
Ia menyebutkan, E-Lapor Koperasi ini dimaksudkan untuk mendukung misi Gubernur Kalsel H Muhidin dan Wakil Gubernur H Hasnuryadi Sulaiman, yakni meningkatkan perekonomian daerah.
“Apa saja inovasi yang dilaksanakan satuan kerja perangkat daerah (SKPD), termasuk aplikasi E-Lapor yang memanfaatkan teknologi digital untuk mendukung dan menyukseskan misi Gubernur dan Wagub Kalsel,” ujarnya.
Ia menjelaskan, E-Lapor Koperasi ini rencananya akan dilakukan secara berjenjang mulai dari desa dan kelurahan hingga ke kementerian di Jakarta, sehingga ketika melakukan pembinaan tidak harus lagi ke lapangan, kecuali terkait pemantapan organisasi koperasi dan UKM.
“Dari E-Lapor ini bisa dilihat kinerja koperasi dan UKM di Kalsel, termasuk permasalahan yang mungkin dihadapi, sehingga bisa dicari solusi untuk menyelesaikan permasalahan di lapangan,” katanya.
Bambang menambahkan, dari aplikasi E-Lapor Koperasi ini akan terlihat kemajuan koperasi dan UKM di Kalsel, termasuk kinerja dan data jumlah koperasi dan UKM di Banua. ani

