
JAKARTA – Kepala Satgas Pemulihan Pasca Bencana Sumatra dari unsur pemerintah, Tito Karnavian menyatakan sebanyak 29 desa dan kampung hilang atau lenyap akibat tersapu banjir dan longsor di Sumatra pada akhir November 2025 lalu.
Jumlah itu belum termasuk beberapa kantor desa lain yang hingga kini belum beroperasi akibat banjir.
“Kemudian yang hilang, ini juga perlu ada penyelesaian. Jadi ada desa yang hilang 29 karena terbawa longsor. Atau terendam banjir,” ujar Tito dalam rapat dengan Satgas Pemulihan DPR di kompleks parlemen, Rabu (18/2), seperti dikutip CNNIndonesia.com.
Tito mengatakan, jumlah desa atau kampung yang hilang terbanyak berada di Aceh mencapai 21, dan tersebar di empat kabupaten, yakni Aceh Tamiang, Nagan Raya, Aceh Tengah, dan Gayo Lues.
“Di Aceh paling banyak yaitu 21 desa kampung hilang. Di Aceh Tamiang, Nagan Raya, Aceh Tengah, dan Gayo Lues,” ujar Tito.
Sedangkan, sisanya berada di Sumatera Utara sebanyak delapan desa yang hilang, dan tersebar di dua kabupaten yakni, Tapanuli Selatan dan Tapanuli Tengah. Sementara, pemerintah memastikan tak ada desa atau kampung yang hilang di Sumatera Barat.
“Sumatra Utara ada 8 desa yang hilang, khususnya di Tapsel dan Tapteng. Nama-nama desa juga ada di sana. Dan di Sumbar Alhamdulillah tidak ada desa yang hilang,” ujarnya.
Menurut Tito, puluhan desa yang hilang tersebut perlu segera diputuskan atau ditangani. Sebab, hal itu akan berdampak pada proses administrasi.
“Ini juga perlu penyelesaian, relokasi, dan juga administrasi pemerintahan desa nantinya. Karena desa yang hilang itu, nanti apa kita akan bangun kembali, atau dihilangkan dalam administrasi pemerintahan,” ujarnya.
Mendagri Tito Karnavian juga mengungkapkan sebanyak 139 orang masih dinyatakan hilang akibat bencana banjir dan longsor di Sumatra tersebut.
Pada kesempatan itu, Tito turut melaporkan korban meninggal dunia akibat bencana itu yang kini tembus sebanyak 1.205, dan jumlah pengungsi yang masih berada di tenda 12.994 orang.
“Yang meninggal dunia, dalam data kita adalah 1.205 orang, dan yang hilang 139 orang, dan pengungsi juga tadinya 2 juta lebih sekarang menjadi lebih kurang 12.994 orang yang ada di tenda,” ujar Tito dalam rapat.
Sedangkan, untuk korban meninggal dunia, dari total 1.205, sebanyak 267 berasal dari Sumatera Barat, 376 dari Sumatera Utara, dan 562 dari Aceh. Dan untuk jumlah pengungsi, jumlah terbanyak saat ini berada di Provinsi Aceh, tepatnya di Aceh Utara sebanyak 12.144 orang.
Sisanya, sebanyak 5.197 orang tersebar di Aceh Tenggara, Aceh Tamiang, Aceh Timur, Bener Meriah, Bireun, Gayo Lues, Lhokseumawe, dan Nagan Raya. Lalu, ada 850 pengungsi di Sumatra Utara.
“Untuk Sumbar pengungsi dalam catatan kami dan kami cek seluruh kepala daerah yang ada itu sudah nol, tidak ada lagi yang tinggal di tenda,” ujar Tito. web

