Mata Banua Online
Rabu, Februari 18, 2026
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper
Mata Banua Online
No Result
View All Result

Masyarakat Lebih Berminat Investasi Emas Fisik

by Mata Banua
17 Februari 2026
in Ekonomi & Bisnis
0
(foto:mb/web)

JAKARTA – Keramaian mas­ya­rakat mengincar emas yang di­narasikan menimbulkan ke­ri­cuh­an terjadi dalam event Jewellery Fair 2026 di Jakarta Con­vention Center (JCC) Ja­kar­ta belakangan ini.

Fenomena tersebut dinilai men­jadi gambaran semakin me­lek­nya masyarakat dalam be­rin­ves­tasi dalam bentuk aset aman atau safe haven seperti emas atau lo­gam mulia, terutama emas fisik.

Berita Lainnya

BI Kalsel Siapkan Uang Tunai Rp3,06 Triliun

BI Kalsel Siapkan Uang Tunai Rp3,06 Triliun

17 Februari 2026
Devanka Aesthetic Clinic Luncurkan Teknologi Oligio X

Devanka Aesthetic Clinic Luncurkan Teknologi Oligio X

17 Februari 2026

Pengamat mata uang dan ko­mo­ditas Ibrahim Assuaibi me­ng­atakan keramaian antrean mas­ya­­rakat yang melakukan pem­be­lian emas dalam event tersebut bu­kanlah fomo (fear of missing out). Pemandangan keramaian ter­se­but terjadi seiring dengan pen­urunan hara emas dunia atau lo­gam mulia, sehingga mas­ya­ra­kat berpandangan bahwa itu men­jadi waktu yang tepat untuk me­lakukan pembelian guna men­dapatkan keuntungan di ke­mu­di­an hari.

“Masyarakat tahu bahwa har­ga logam mulia secara jangka pen­dek, jangka menengah, dan jang­ka panjang akan mengalami ke­naikan yang cukup signifikan. Apalagi melihat kondisi geo­po­li­tik terutama di Timur Tengah,” ujar Ibrahim dalam keterangan sua­ra kepada wartawan

Masyarakat melihat dinamika per­gerakan harga emas yang di­pengaruhi oleh berbagai sen­ti­men, terutama sentimen ek­sternal sep­erti kondisi geopolitik yang hingga saat ini masih ber­la­ng­sung. Di antaranya geo­politik an­tara AS dan Iran, yang mana AS me­ngirimkan kapal induk USS Gerald R Ford men­dekati ka­was­an Timur Tengah untuk per­si­ap­an menyerang Iran.

Selain itu, masalah pe­r­po­li­tik­an di AS juga menjadi salah sa­tu sentimen. Ibrahim me­n­ye­but masyarakat tahu bahwa pe­mi­lu sela untuk anggota DPR di AS sebentar lagi akan di­la­ku­kan dan kemungkinan besar Par­tai Republik akan dika­lah­kan. Partai Demokrat yang akan me­nguasai sehingga kondisi itu me­nimbulkan ketegangan ter­sen­diri di Negeri Paman Sam.

Di samping itu, spekulasi ke­bijakan suku bunga The Feeral Reserve masih bergulir sei­ring dengan akan digantinya Jerome Powell oleh Kevin Warsh sebagai Ketua The Fed. Hal itu kemungkinan besar akan mem­buat masyarakat tahu bahwa Kevin Warsh akan mendukung ke­bijakan-kebijakan Presiden AS Donald Trump.

Selain sentimen tersebut, pe­lemahan nilai tukar rupiah ter­ha­dap dolar AS juga memberi pe­ngaruh. Diketahui saat ini ru­piah berada di level Rp 16.825 per dolar AS, mendekati posisi Rp 17.000 per dolar AS. rep/mb06

 

Mata Banua Online

© 2025 PT. Cahaya Media Utama

  • S0P Perlindungan Wartawan
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

No Result
View All Result
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper