
RANTAU,- Bupati Tapin H Yamani berapa para ulama Banua hadiri haul Syekh Syihabuddin di Pulau Penyengat, Kepulauan Riau, Rabu (11/02/26).
Untuk diketahui, Syekh Syihabuddin Al-Banjari (wafat 1842) adalah ulama besar putra Syekh Muhammad Arsyad al-Banjari yang menjadi mufti dan kadi di Kerajaan Riau-Lingga, Pulau Penyengat. Beliau berperan penting dalam pengembangan ilmu keislaman di Kepulauan Riau atas permintaan Raja-raja Riau.
Haul akbar beliau rutin digelar di Masjid Raya Sultan Riau yang rutin dihadiri Bupati Tapin H Yamani beserta para ulama di kabupaten Tapin.
Syekh Syihabuddin Al-Banjari, beliau adalah putra dari Syekh Muhammad Arsyad al-Banjari (Datu Kalampayan) dari istrinya yang bernama Baiduri.
Sebagai Khalifah, Mufti, dan Kadi di Kesultanan Riau-Lingga, beliau menetap di Pulau Penyengat atas undangan Raja-Raja Riau pada tahun 1842 untuk mengajarkan ilmu agama Islam.
Beliau dikenal karena amaliyah dan pengajarannya yang memperkuat sendi-sendi keislaman di Tanah Melayu, serta meninggalkan jejak intelektual yang erat antara Banjar dan Kepulauan Riau.
Haul dilaksanakan di Masjid Raya Sultan Riau, Pulau Penyengat, Tanjungpinang yang dihadiri ribuan jamaah, termasuk ulama, habib, pejabat, dan peziarah dari berbagai daerah di Indonesia, Malaysia, dan Singapura.
Seperti acara haul, rangkaian acara meliputi pembacaan ayat suci Alquran, maulid, tahlil, pembacaan manaqib, doa, dan ziarah kubur.
Seperti yang dikatakan Bupati Tapin H Yamani, melalui peringatan haul beliau, kita dapat mendoakan almarhum, mengenang jasa dan kebaikan, memperkuat silaturahmi, menjadi sarana dakwah dan meneladani akhlak beliau.
Tentunya haul ini menjadi pengingat kematian (zikrul maut) yang mendorong refleksi diri dan amal saleh, serta melestarikan tradisi keagamaan dan sejarah ulama.
“Diharapkan dengan acara haul ini dapat memperkuat silaturahmi, syiar Islam, serta bentuk takzim atas perjuangan dan warisan ilmu beliau. Dimana dalam momentum ini dapat membantu mempertemukan umat, menjaga sejarah perjuangan ulama, dan menjadi momen syukur serta bakti kepada ulama, guru atau orang tua yang telah tiada,” tandasnya.{[her/mb03]}

