
BANJARMASIN– Anggota Komisi I Fraksi Golkar, H. Rahimullah, SE, mengingatkan masyarakat Kalimantan Selatan untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem dalam sepekan ke depan berdasarkan prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Syamsudin Noor.
Rahimullah menegaskan BMKG sebagai mitra kerja Komisi I memiliki peran strategis dalam menyediakan informasi cuaca yang akurat guna mendukung keselamatan masyarakat dan aktivitas ekonomi daerah.
“Informasi yang disampaikan BMKG sangat penting sebagai dasar langkah antisipasi. Kami mengimbau masyarakat agar memperhatikan peringatan dini yang telah dikeluarkan,” ujar Rahimullah di Banjarmasin, Selasa (11/2).
Berdasarkan data BMKG, kondisi cuaca Kalimantan Selatan pada periode 11–17 Februari 2026 diprakirakan didominasi hujan ringan hingga sedang, dengan potensi meningkat pada waktu dan wilayah tertentu. Suhu udara diperkirakan berkisar 22–32 derajat Celsius dengan kelembapan 60–99 persen.
BMKG juga memperingatkan potensi hujan sedang hingga lebat disertai kilat dan angin kencang di sejumlah wilayah, termasuk Banjarmasin, Banjarbaru, Banjar, Barito Kuala, Tanah Laut, Tapin, Hulu Sungai Tengah, Hulu Sungai Utara, dan Tabalong pada 11–12 Februari, meluas hampir di seluruh wilayah pada 13 Februari, serta berpotensi kembali meningkat pada 16–17 Februari 2026.
Selain itu, nelayan dan operator transportasi laut diminta waspada terhadap potensi gelombang hingga 2,5 meter di perairan Banjarmasin, Tanah Laut, Tanah Bumbu, dan Kotabaru pada 13–14 Februari. Pasang maksimum di perairan Kotabaru pada 16–17 Februari juga berpotensi memicu genangan di wilayah pesisir.
Rahimullah menekankan pentingnya kesiapsiagaan pemerintah daerah dan masyarakat dalam menghadapi dampak cuaca ekstrem, seperti banjir, tanah longsor, genangan, dan pohon tumbang.
“Kami mendorong masyarakat terus memantau informasi resmi BMKG dan segera melapor jika menemukan potensi bahaya di lingkungan sekitar,” katanya.rds

