
RANTAU-Dinas Kesehatan Kabupaten Tapin, Provinsi Kalimantan Selatan, menyiapkan pelaksanaan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat dan Sadar Pangan Aman (Germas Sapa) dengan menitikberatkan intervensi pada keamanan pangan, khususnya jajanan anak sekolah.
Program Germas Sapa dirancang melalui kerja sama dengan Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) serta Balai Besar POM Provinsi Kalimantan Selatan, melibatkan sejumlah satuan kerja perangkat daerah (SKPD) terkait untuk memperkuat pengawasan pangan di tingkat lokal.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tapin Noor Ifansyah mengatakan, pihaknya telah melakukan audiensi awal sebagai langkah persiapan pelaksanaan Germas Sapa di wilayah setempat.
“Baru audiensi awal Germas Sapa untuk menyamakan persepsi dan rencana intervensi ke depan,” kata Noor Ifansyah di Rantau, Kabupaten Tapin, Selasa.
Ia menjelaskan, Germas Sapa mencakup beberapa komponen utama yang menjadi sasaran intervensi, meliputi pasar sehat, pasar pangan aman, desa pangan aman, serta sekolah pangan aman.
Menurut Ifansyah, keamanan jajanan anak sekolah menjadi prioritas utama mengingat tingginya risiko paparan pangan tidak aman pada kelompok usia tersebut.
“Sasaran yang paling diutamakan adalah jajanan pangan anak sekolah karena dampaknya langsung pada kesehatan dan tumbuh kembang anak,” ujarnya.
Saat ini, ucap Ifansyah, Dinas Kesehatan Tapin masih menetapkan lokasi atau lokus intervensi yang akan dikonsultasikan lebih lanjut dengan instansi terkait. Rencana awal mencakup empat desa, 12 sekolah, serta satu pasar tradisional.
“Untuk sekola ada 12 lokus, terdiri dari tujuh sekolah di bawah Dinas Pendidikan dan lima sekolah di bawah Kementerian Agama. Untuk pasar direncanakan satu, kemungkinan Pasar Binuang, namun masih dalam tahap konsultasi,” tambahnya.
Ifansyah menyebutkan, setelah penetapan lokus selesai, Dinkes akan melanjutkan tahapan advokasi kepada kepala daerah dan pemangku kebijakan sebagai dasar pelaksanaan Germas Sapa secara terpadu di Kabupaten Tapin.
“Setelah Lebaran kami rencanakan advokasi dengan kepala daerah, camat, dan SKPD terkait agar program ini berjalan efektif dan berkelanjutan,” ungkapnya.{[an/mb03]}

