Mata Banua Online
Selasa, Februari 10, 2026
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper
Mata Banua Online
No Result
View All Result

DPR RI Dorong Pembentukan Pansus Percepatan Ekonomi Perbatasan Papua

by Mata Banua
9 Februari 2026
in Ekonomi & Bisnis
0
Suasana perbatasan PLBN Skouw saat pelaksanaa Broder Trade Fair pada beberapa waktu lalu di Kota Jayapura, Papua.(foto:mb/ ANTARA/Qadri Pratiwi)

JAYAPURA– Dewan Per­wa­kilan Rakyat Republik Indonesia (DPR) mendorong pembentukan Pa­nitia Khusus (Pansus) untuk mem­percepat penguatan ekonomi serta penyelesaian berbagai persoalan di wilayah perbatasan Pa­pua yang dinilai masih meng­ha­dapi tantangan pembangunan dan keterbatasan infrastruktur pen­dukung pelayanan publik.

Ketua Komisi II DPR RI Muhammad Rifqinizamy Karsayuda di Jayapura, Senin, me­ng­atakan kompleksitas per­soalan di kawasan perbatasan ti­dak dapat ditangani secara parsial, ka­rena melibatkan banyak keme­n­terian, lembaga, serta pe­merintah daerah, sehingga diper­lu­kan wadah koordinasi yang lebih kuat dan memiliki ke­wenangan luas melalui pem­be­n­tukan Pansus di Parlemen RI.

Berita Lainnya

OJK Dorong Kelompok Usaha Bersama Bank Pembangunan Daerah Tingkatkan Kredit UMKM

OJK Dorong Kelompok Usaha Bersama Bank Pembangunan Daerah Tingkatkan Kredit UMKM

9 Februari 2026
Top Up di Dunia Games Bisa Dapat Merchandise Eksklusif

Top Up di Dunia Games Bisa Dapat Merchandise Eksklusif

9 Februari 2026

“Selama ini penanganan isu perbatasan lebih banyak di­la­ku­kan melalui panitia kerja yang ru­ang lingkup terbatas pada mitra komisi tertentu, sementara per­so­alan di lapangan menyangkut lin­tas sektor mulai dari ad­ministrasi pemerintahan, pem­ba­ngunan infrastruktur, pelayanan publik, hingga penguatan eko­nomi masyarakat lokal,” katanya.

Menurut Rifqinizamy, untuk itu pembentukan Pansus akan dibahas bersama seluruh fraksi di DPR RI guna memperoleh kesepahaman politik, sehingga rekomendasi kebijakan yang dihasilkan memiliki legitimasi kuat serta mampu mendorong sin­kronisasi program antara pemerintah pusat dan daerah secara berkelanjutan.

“Kehadiran wilayah per­ba­tasan tidak boleh hanya dipan­dang sebagai beranda negara, te­tapi harus dikembangkan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru yang memberikan dampak lang­sung terhadap peningkatan ke­sejahteraan masyarakat melalui penguatan perdagangan lintas ba­tas, pengembangan usaha mikro kecil menengah, serta op­ti­ma­li­sasi potensi sumber daya lokal,” ujarnya.

Dia menjelaskan, selain aspek regulasi pihaknya juga me­mas­tikan pembangunan fisik, seperti Pos Lintas Batas Negara (PLBN), jalan penghubung, fa­silitas kesehatan, dan sarana pen­didikan tetap menjadi prioritas agar aktivitas ekonomi mas­ya­ra­kat di kawasan perbatasan dapat tum­buh lebih cepat, merata, dan berdaya saing dalam jangka panjang.

“Pada Rabu (4/2) kami sudah melakukan kunjungan ke Pos Lintas Batas Negara (PLBN) ya­ng ada di Skouw, Kota Ja­ya­pura, Papua guna melihat lang­sung seperti apa kondisi tempat ter­sebut,” katanya lagi.

Dia menambahkan dan hasil dari kunjungan tersebut memang diperlukan percepatan pem­ba­ngunan infrastruktur di per­ba­tasan di Papua karena pe­re­ko­no­mian di wilayah tersebut sangat memberikan dampak bagi warga setempat. ant/rds

 

Mata Banua Online

© 2025 PT. Cahaya Media Utama

  • S0P Perlindungan Wartawan
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

No Result
View All Result
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper