Mata Banua Online
Selasa, Februari 10, 2026
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper
Mata Banua Online
No Result
View All Result

Habib Hamid Abdullah Gelar Sosialisasi Empat Pilar di Banjarbaru

by Mata Banua
9 Februari 2026
in DPRD Kalsel
0

 

Anggota MPR RI dari Daerah Pemilihan Provinsi Kalsel Habib Hamid Abdullah, S.H., M.H., melaksanakan kegiatan Sosialisasi Empat Pilar MPR RI bertempat di Rumah Makan Wong Solo Idaman Banjarbaru. (foto:mb/ist)

BANJARBARU– Anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI) dari Daerah Pemilihan Provinsi Kalimantan Selatan, Habib Hamid Abdullah, S.H., M.H., melaksanakan kegiatan Sosialisasi Empat Pilar MPR RI bertempat di Rumah Makan Wong Solo Idaman Banjarbaru,Minggu (8/2) sore

Berita Lainnya

DPRD Kalsel Perkuat Pengawasan Perda Pemberdayaan Desa

DPRD Kalsel Perkuat Pengawasan Perda Pemberdayaan Desa

9 Februari 2026
Suripno: KUHP Baru Mengedepankan Kehati-hatian

Suripno: KUHP Baru Mengedepankan Kehati-hatian

8 Februari 2026

Kegiatan ini dihadiri oleh tokoh masyarakat, warga Kota Banjarbaru, serta perwakilan mahasiswa dari beberapa perguruan tinggi. Sosialisasi Empat Pilar MPR RI bertujuan untuk memperkuat pemahaman masyarakat terhadap nilai-nilai dasar kebangsaan yang meliputi Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan Bhinneka Tunggal Ika, sebagai fondasi utama kehidupan berbangsa dan bernegara.

Dalam pemaparannya, Habib Hamid Abdullah menegaskan bahwa Empat Pilar MPR RI merupakan warisan berharga para pendiri bangsa yang harus terus dijaga dan diamalkan, khususnya di tengah derasnya arus globalisasi, pengaruh ideologi asing, serta dinamika sosial yang berkembang saat ini.

“Empat Pilar MPR RI bukan hanya untuk dipahami, tetapi harus dihidupkan dalam praktik kehidupan sehari-hari, baik dalam sikap sosial, kebijakan publik, maupun arah pembangunan nasional dan daerah,” ujar Habib Hamid Abdullah.

Ia juga menekankan bahwa nilai keadilan sosial sebagaimana terkandung dalam Pancasila harus tercermin dalam pemerataan pembangunan antarwilayah, termasuk di Provinsi Kalsel.

“Ketimpangan pembangunan antarprovinsi harus menjadi perhatian bersama. Negara berkewajiban memastikan setiap daerah memperoleh hak yang sama dalam pembangunan infrastruktur demi kesejahteraan rakyat,” tegasnya.

Pada sesi dialog dan tanya jawab, sejumlah peserta menyampaikan aspirasi terkait lambannya pembangunan infrastruktur di Provinsi Kalsel yang dinilai tertinggal dibandingkan dengan beberapa provinsi lain. Beberapa proyek strategis yang disoroti antara lain pembangunan Jembatan Batulicin–Kotabaru, Bendungan Riam Kiwa, serta akses jalan tol dan transportasi kereta api yang hingga kini belum terealisasi di Kalsel.

Peserta berharap agar MPR RI dan lembaga negara terkait dapat mendorong percepatan pembangunan infrastruktur tersebut, mengingat perannya yang sangat penting dalam menunjang konektivitas wilayah, pertumbuhan ekonomi daerah, serta peningkatan kualitas hidup masyarakat.

Selain isu infrastruktur, peserta lainnya juga menyoroti mulai lunturnya nilai kebhinnekaan di kalangan remaja dan generasi muda. Fenomena ini dinilai sebagai tantangan serius bagi masa depan persatuan bangsa di tengah meningkatnya pengaruh media digital, polarisasi sosial, dan masuknya paham-paham yang tidak sejalan dengan jati diri bangsa Indonesia.

Menanggapi hal tersebut, Habib Hamid Abdullah menyampaikan bahwa pendidikan Empat Pilar MPR RI sejak usia dini merupakan langkah strategis untuk membentengi generasi penerus bangsa dari pengaruh negatif ideologi asing dan potensi disintegrasi bangsa.

Ia berharap, melalui penguatan pendidikan karakter dan kebangsaan yang berkelanjutan, nilai-nilai Pancasila, semangat NKRI, serta prinsip Bhinneka Tunggal Ika dapat terus diwariskan dan menjadi pedoman dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Kegiatan sosialisasi ini diharapkan mampu memperkuat kesadaran kolektif masyarakat Banjarbaru akan pentingnya menjaga persatuan dan kesatuan bangsa, sekaligus mendorong terwujudnya pembangunan yang adil, merata, dan berkeadilan sosial di seluruh wilayah Indonesia.rds

 

Mata Banua Online

© 2025 PT. Cahaya Media Utama

  • S0P Perlindungan Wartawan
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

No Result
View All Result
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper