Mata Banua Online
Senin, Februari 9, 2026
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper
Mata Banua Online
No Result
View All Result

Dewan Pers Optimis Disrupsi Media Segera Berakhir

by Mata Banua
8 Februari 2026
in Headlines
0

 

MENTERI Komunikasi dan Digital Meutya Hafid menjadi pembicara pada acara Konvensi Nasional Media Massa di Kota Serang, Banten, Minggu (8/2).

SERANG – Ketua Dewan Pers Komaruddin Hidayat optimistis disrupsi media massa yang terjadi saat ini segera berakhir dan publik akan kembali menjadikan media sebagai acuan informasi terpercaya.

Berita Lainnya

Prabowo: Kita Akan Bangun Kampung Haji di Mekkah

Prabowo: Kita Akan Bangun Kampung Haji di Mekkah

8 Februari 2026
Gubernur Harapkan Pejabat Bekerja Profesional dan Ikhlas

Gubernur Harapkan Pejabat Bekerja Profesional dan Ikhlas

8 Februari 2026

Hal itu disampaikan Komaruddin dalam acara Konvensi Nasional Media Massa di Kota Serang, Banten, Minggu (8/2), seperti dikutip CNNIndonesia.com.

Turut hadir dalam acara ini Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid, Wamen Komdigi Nezar Patria.

Dalam paparannya Komaruddin menyebut disrupsi media massa terjadi di seluruh dunia, bukan hanya di Indonesia.

Dalam masa disrupsi, kata dia, ruang-ruang di dunia maya dipenuhi konten berisi hoaks, noise dan sejenisnya.

“Jadi ini bukan hanya di Indonesia, tapi juga dunia,” kata Komarudin.

Mantan Rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta ini meyakini disrupsi media di Indonesia tidak berlangsung lama. Namun, untuk mengakhiri disrupsi, Komaruddin menyebut insan pers harus kreatif.

“Disrupsi itu biasanya tidak akan lama, jika kita kreatif,” katanya.

Komaruddin mengibaratkan disrupsi media hari ini seperti banjir bandang yang membawa lumpur atau kotoran. Namun setelah banjir bandang selesai, pelan-pelan tanah menjadi kembali subur dan masyarakat mencari sumber air bersih.

“Pers ini semacam lembaga penyulingan, menawarkan air bersih untuk masyarakat. Suatu saat masyarakat akan mengalami kejenuhan dengan berita toksik tersebut,” terangnya.

Konvensi nasional media massa diharapkan melahirkan strategi jitu dan terbaru untuk menghadapi disrupsi media massa dan AI.

Komarudin juga senang, banyak perusahaan dan praktisi media massa yang tetap optimis bisa melewati disrupsi media.

“Sehingga forum ini bisa menjadikan kita berpikir positif ke depan. Sebagai ketua dewan pers, saya optimis dan gembira sekali, kepada pemerintah, Komdigi, menghadapi situasi ini,” kata Komaruddin. web

 

Mata Banua Online

© 2025 PT. Cahaya Media Utama

  • S0P Perlindungan Wartawan
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

No Result
View All Result
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper