
RANTAU,- Bupati Tapin H Yamani bersama Wakil Bupati H Juanda dan Forkopimda Tapin menghadiri rapat koordinasi nasional pemerintah pusat dan pemerintah daerah, dan mendengarkan langsung maklumat presiden RI yang diselenggarakan oleh Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia. Bertempat di sentul international convention center, Bogor, Jawa Barat, Rabu, 04 Februari 2026.
Mengusung tema “Sinergi Pusat dan Daerah dalam Implementasi Program Prioritas Presiden Menuju Indonesia Emas 2045”. Rakornas dibuka langsung oleh Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto didampingi jajaran menteri merah putih.
Pertemuan bertujuan untuk memberikan arahan langsung kepada seluruh kepala daerah, dan anggota Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) mengenai langkah-langkah percepatan implementasi program kerja nasional.
Dalam kegiatan tersebut juga diberikan arahan terkait kebijakan ekonomi, investasi, dan energi serta program kerakyatan seperti swasembada pangan dan makan bergizi gratis.
Seperti yang diutarakan Bupati Tapin H Yamani, pertemuan Rakornas ini bukan sekadar pemenuhan undangan seremonial, melainkan representasi kuat dari komitmen Pemerintah Kabupaten Tapin untuk menyelarskan arah pembangunan daerah dengan visi besar presiden yang sejalan dengan visi dan misi pemerintah kabupaten Tapin.
Pemerintah kabupaten Tapin akan selalu mendukung program pembangunan pemerintah pusat, sehingga kebijakan di daerah akan sejalan dengan kebijakan pusat dalam mewujudkan Indonesia Emas di 2045.
Saat ini Pemkab Tapin telah melaksanakan 13 program strategis dengan mengintegrasikan program-program strategis pemerintah pusat, diantaranya jaminan kesehatan gratis melalui BPJS, bedah 1000 buah rumah tidak layak huni setiap tahun ya serta pengembangan UMKM di daerah.
Serta program lainnya, mulai dari santunan kematian, pelunasan tunggakan BPJS Kesehatan, hingga program satu sarjana satu desa, program listrik untuk tempat ibadah, baik masjid maupun rumah ibadah non-Muslim. Pemerintah juga menyalurkan insentif tambahan bagi guru pondok pesantren, guru TPA, guru madrasah diniyah, guru non-PNS, hingga marbot masjid.{{her/mb03]}

