Mata Banua Online
Minggu, April 19, 2026
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper
Mata Banua Online
No Result
View All Result

Heboh, Peserta PBI BJPS Berstatus Nonaktif

by Mata Banua
5 Februari 2026
in Ekonomi & Bisnis
0

JAKARTA – Direktur Utama BPJS Kesehatan Ali Ghufron Mukti buka suara menanggapi kasus pe­serta Penerima Bantuan Iuran (PBI) tiba-tiba ber­status nonaktif menyusul ramai keluhan war­ganet di media sosial.

Ghufron menegaskan saat ini me­mang ada proses validasi ter­hadap status kepesertaan PBI BPJS Kesehatan, tetapi kep­u­­tus­an yang menentukan seseorang ma­sih berhak sebagai PBI atau ti­dak tersebut bukan menjadi ke­w­enangan BPJS Kesehatan.

Berita Lainnya

Kalsel Ekspor Produk Ikan Segar

Kalsel Ekspor Produk Ikan Segar

16 April 2026
Harga Emas Antam Kembali Turun

Harga Emas Antam Kembali Turun

16 April 2026

“Memang ada validasi ap­a­kah orang masih PBI atau sudah bu­kan lagi PBI, tetapi yang me­nen­tukan itu bukan BPJS Ke­se­hat­an,” katanya Kamis (5/2).

Ia menyarankan bagi warga ya­ng merasa masih memenuhi kri­teria sebagai peserta PBI dapat me­nempuh jalur administrasi di ti­ngkat daerah. “Jika seseorang ma­sih merasa berhak sebagai PBI, bisa mengurusnya melalui di­nas sosial setempat,” jelas Ali.

Sebelumnya, banyak peserta PBI BPJS Kesehatan yang me­ng­eluh mendadak dinonaktifkan. Ke­pala Humas BPJS Kesehatan Rizzky Anugerah mengatakan keb­ijakan tersebut mengacu pada Su­rat Keputusan Menteri Sosial N­o­mor 3/HUK/2026 yang di­te­tapkan pada 19Januari 2026 dan ber­laku mulai 1 Februari 2026.

“Dalam SK tersebut, telah di­lakukan penyesuaian di mana se­ju­m­lah peserta PBI JK yang di­no­naktifkan digantikan dengan pe­serta baru. Jadi secara jumlah to­tal peserta PBI JK tetap sama de­ngan bulan sebelumnya,” kata Rizzky melalui keterangan tertulis yang dikutip Antara.

Menurut Rizzky, pembaruan da­ta dilakukan secara berkala un­tuk memastikan penerima bantuan iur­an tepat sasaran. Meski de­mi­kian, ia belum merinci jumlah pes­erta PBI JK yang di­no­n­ak­tifkan dalam proses tersebut.

BPJS Kesehatan juga me­ne­gas­kan penonaktifan status pe­ser­ta tidak serta-merta me­ng­hi­la­ng­kan hak layanan kesehatan. Pe­serta yang dinonaktifkan ma­sih dapat mengajukan reaktivasi ke­pesertaan apabila memenuhi kri­teria yang berlaku.

Kriteria tersebut antara lain pe­serta termasuk dalam daftar PBI JK yang dinonaktifkan pada Ja­nuari 2026 dan berdasarkan ha­sil verifikasi lapangan masih ter­golong masyarakat miskin atau rentan miskin.

Reaktivasi juga dapat di­la­ku­kan bagi peserta dengan penyakit kro­nis atau dalam kondisi darurat me­dis yang mengancam ke­se­la­mat­an jiwa.

“Peserta PBI JK yang di­non­aktifkan bisa melapor ke dinas sosial setempat dengan mem­ba­wa Surat Keterangan Mem­bu­tuh­kan Layanan Kesehatan. Se­lan­jutnya akan diusulkan ke Ke­men­te­rian Sosial untuk diverifikasi,” jelas Rizzky.

Jika lolos verifikasi, BPJS Ke­sehatan akan mengaktifkan kem­bali status JKN peserta se­hi­ngga dapat kembali mengakses la­yanan kesehatan. Peserta juga da­pat mengecek status ke­pe­s­er­ta­an melalui layanan PAN­DAWA, Care Center 165, Ap­li­kasi Mobile JKN, atau kantor BPJS Kesehatan terdekat. cnn/mb06

 

Mata Banua Online

© 2025 PT. Cahaya Media Utama

  • S0P Perlindungan Wartawan
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

No Result
View All Result
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper