Mata Banua Online
Kamis, Februari 5, 2026
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper
Mata Banua Online
No Result
View All Result

Jelang Ramadan, Mendag Tak Setop Ekspor Kelapa

by Mata Banua
4 Februari 2026
in Ekonomi & Bisnis
0
KELAPA MAHAL – Ibu rumah tangga hingga pemilik warung makan Padang mengeluhkan mahalnya harga kelapa parut yang melesat Rp25 ribu per butir. Harganya yang naik gila-gilaan ini lantaran produknya diekspor ke luar negeri. Ini memberatkan mereka karena biasa menggunakan santan untuk memasak. Bukan hanya kepala parut yang mahal, harga santan instan kemasan juga melambung.(foto:mb/ist)

JAKARTA – Menteri Perdagangan (Men­dag) Budi Santoso memastikan pemerintah ti­dak berencana menghentikan sementara atau me­lakukan moratorium ekspor kelapa bulat men­jelang Ramadan dan Lebaran 2026.

Menurutnya, kebijakan tersebut belum di­perlukan meski permintaan domestik di­perkirakan meningkat. “Kita tidak ada ren­ca­na untuk moratorium (ekspor kelapa), eng­gak ada,” ujar Budi ditemui di Shangri-La Jakarta, Jakarta Pusat.

Berita Lainnya

Harga Emas Melonjak Jadi Rp2,844 Juta per Gram

Harga Emas Melonjak Jadi Rp2,844 Juta per Gram

4 Februari 2026
Beras 5 Kg Tak Sesuai Takaran

Fenomena ‘Rojali’ Bayangi Sektor Ritel

4 Februari 2026

Ia mengakui harga ekspor yang baik m­e­mang berpengaruh terhadap harga kelapa di dalam negeri, namun pemerintah tetap mem­pertimbangkan keberlanjutan usaha pe­tani.

“Kelapa kita kan banyak. Memang har­ga ekspor bagus dan pasti berpengaruh ke har­ga dalam negeri, tapi petani juga sedang me­nikmati harga yang baik. Dulu harga ke­lapa murah sekali,” katanya.

Ia menambahkan minat investasi asing di sektor hilirisasi kelapa mulai meningkat, ter­masuk untuk industri santan dan produk tu­runan lainnya. Kondisi ini dinilai akan mem­perkuat ekosistem industri karena in­ves­tor mendekatkan diri ke sumber bahan baku.

“Sekarang investasi asing sudah mulai ban­yak masuk untuk bikin santan dan se­ba­gainya. Artinya mereka mendekatkan diri ke bahan bakunya, dan ke depan produknya akan lebih bagus lagi,” ujar Budi.

Budi menegaskan hingga saat ini pe­me­rintah juga belum menerapkan pungutan ek­spor kelapa. “Belum, sampai sekarang be­lum ada (wacana pungutan ekspor ke­la­pa),” katanya.

Sebelumnya, Wakil Menteri Pertanian Sudaryono juga memastikan belum ada ren­cana moratorium ekspor kelapa meski per­min­taan meningkat menjelang Ramadan dan Lebaran.

Ia menilai kelapa merupakan komoditas mi­lik rakyat sehingga petani perlu mendapat ru­ang untuk menikmati harga yang layak.

Di sisi lain, Kementerian Perindustrian sem­pat mengusulkan moratorium ekspor ke­lapa bulat selama tiga hingga enam bulan se­bagai langkah jangka pendek untuk me­ng­atasi kelangkaan bahan baku industri pe­ng­olahan dalam negeri, termasuk opsi pu­n­gutan ekspor dan penetapan standar harga. Usulan tersebut masih menunggu pem­ba­has­an lintas kementerian.

Kemendag sebelumnya menyatakan ke­bijakan moratorium ekspor belum dapat di­te­rapkan karena harus melalui koordinasi an­tar kementerian sesuai Peraturan Pe­me­rintah Nomor 29 Tahun 2021.

Pembahasan rencana tersebut berada di ba­wah koordinasi Menteri Koordinator Bi­dang Perekonomian Airlangga Hartarto, de­ng­an mempertimbangkan berbagai aspek agar tidak merugikan petani, industri, mau­pun konsumen. cnn/mb06

 

Mata Banua Online

© 2025 PT. Cahaya Media Utama

  • S0P Perlindungan Wartawan
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

No Result
View All Result
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper