Mata Banua Online
Selasa, Februari 10, 2026
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper
Mata Banua Online
No Result
View All Result

Nestapa Kelas Menengah yang Selalu Terhimpit

by Mata Banua
3 Februari 2026
in Ekonomi & Bisnis
0
(foto:mb/ant)

JAKARTA – Ketidakpastian si­tuasi perekonomian masih men­ye­limuti kelas menengah pa­da 2026. Data-data mak­ro­e­ko­no­mi hingga finansial men­un­juk­kan kelas menengah Tanah Air berada dalam posisi terimpit se­panjang tahun lalu.

Dalam publikasi Policy Brief No. 1 edisi Januari 2026, Man­diri Institute mencatat ting­kat konsumsi masyarakat yang di­ukur dengan Mandiri Spending In­dex (MSI) sejatinya tumbuh 40,09% secara tahunan (YoY) pa­da kuartal IV/2025, lebih ting­gi dari pertumbuhan kuartal III/2025 sebesar 27,7%.

Berita Lainnya

OJK Dorong Kelompok Usaha Bersama Bank Pembangunan Daerah Tingkatkan Kredit UMKM

OJK Dorong Kelompok Usaha Bersama Bank Pembangunan Daerah Tingkatkan Kredit UMKM

9 Februari 2026
DPR RI Dorong Pembentukan Pansus Percepatan Ekonomi Perbatasan Papua

DPR RI Dorong Pembentukan Pansus Percepatan Ekonomi Perbatasan Papua

9 Februari 2026

Namun, pemulihan kon­sum­si tercatat tidak merata. “Pola kon­sumsi antarkelas mengarah pa­da k-shaped pattern, di mana ke­lompok atas makin kuat, se­men­tara kelompok menengah ma­kin terbatas,” tulis Analis Man­diri Institute Johan Beni Maharda dalam publikasi ter­se­but, dikutip.

Menurutnya, pola ini ter­ben­tuk dan menguat pasca-pan­de­mi Covid-19 pada 2020.

Data Survei Sosial Ekonomi Na­sional (Susenas) Badan Pusat Sta­tistik (BPS) yang diolah Man­diri Institute menunjukkan re­rata pertumbuhan konsumsi ke­lompok menengah hanya se­be­sar 4,7%, jauh di bawah rerata per­tumbuhan konsumsi nasional se­besar 6,1% usai pagebluk. Di si­si lain, pertumbuhan konsumsi ke­las atas tercatat sebesar 5,5% pas­ca-pandemi.

Dengan demikian, selisih kon­sumsi kelas menengah di­ban­ding rerata nasional melebar men­jadi minus 1,4% poin dari se­be­lumnya minus 0,7% poin, se­dangkan kelas atas menyusut men­jadi minus 0,6% poin dari s­e­mula minus 2,3% poin.

Publikasi lembaga riset milik PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) ini juga menyoroti per­lambatan konsumsi yang ti­dak terlepas dari masalah struk­tural di pasar kerja Indonesia, yak­ni semakin terbatasnya pen­cip­taan lapangan kerja.

Mandiri Institute mendata ke­mampuan serapan pasar kerja for­mal hanya 1,9 juta orang per ta­hun pada 2025, jauh lebih ren­dah dibandingkan kebutuhan yang mencapai 3,4 juta orang per tahun. Akibatnya, te­na­ga kerja yang tidak terserap ma­suk ke pasar kerja informal men­capai rata-rata sebesar 1,5 juta orang per tahun. “Dalam tiga tahun te­rak­hir, tren defisit pasar kerja for­mal ini tidak membaik,” lan­jutnya.

Kelas menengah kembali ter­catat sebagai lapisan mas­ya­ra­kat yang paling banyak me­ng­alami migrasi pekerjaan ke sek­tor informal. Dibandingkan ma­sa sebelum pandemi, indeks pro­porsi pekerjaan informal pada 2025 meningkat paling tinggi pa­da kelas menengah, yaki sebesar 6% poin. Sementara itu, pro­por­si pekerjaan informal kelom­pok atas hanya meningkat ter­batas 2% poin sepanjang periode ya­ng sama. Kelas bawah justru mem­baik dengan indeks yang turun 1% poin.

Mandiri Institute pun men­yo­roti bahwa perluasan kesem­pat­an kerja dan perbaikan kua­litas pekerjaan menjadi salah satu kunci peningkatan pendapatan mas­yarakat agar daya beli ke­lom­pok menengah membaik. Tak hanya itu, stabilisasi harga pa­ngan dan biaya pendidikan di­dorong agar pengeluaran kelas me­nengah dapat lebih ringan. Ada­pun, per Agustus 2025, BPS mencatat penduduk yang be­kerja pada kegiatan informal se­banyak 84,7 juta orang alias 57,8% dari pen­duduk bekerja se­banyak 144,64 juta orang. De­ngan demikian, jum­lah pe­ker­ja formal mencapai 61,84 juta orang atau menempati por­si 42,2%. bisn/mb06

 

Mata Banua Online

© 2025 PT. Cahaya Media Utama

  • S0P Perlindungan Wartawan
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

No Result
View All Result
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper