Mata Banua Online
Sabtu, Januari 31, 2026
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper
Mata Banua Online
No Result
View All Result

Ikan mati massal di Batola, dewan minta dinas terkait bantu pokdatan

by Mata Banua
29 Januari 2026
in Lintas
0

 

MASALAH IKAN-DPRD Batola menggelar rapat dengar pendapat bersama dinas terkait penanganan masalah ikan alami kematian milik Pokdakan di Sungai Barito. (foto:mb/ant)

MARABAHAN-Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Barito Kuala (DPRD Batola), Kalimantan Selatan, meminta dinas terkait memberikan bantuan kepada Kelompok Pembudidaya Ikan (Pokdakan) di Sungai Barito mengalami kerugian akibat ikan yang mereka budidayakan mati massal.

Berita Lainnya

SD Islam Solusi latih puluhan peserta Totok Punggung

SD Islam Solusi latih puluhan peserta Totok Punggung

28 Januari 2026
DPRD Tanah Bumbu konsultasi dana hibah ke BPKAD Kalsel

DPRD Tanah Bumbu konsultasi dana hibah ke BPKAD Kalsel

27 Januari 2026

“Tadi ada masyarakat datang ke sini, menyampaikan kerugian-kerugian dan meminta tolong agar ada bantuan dari pemerintah daerah atau dari pemerintah provinsi maupun pusat,” ujar Wakil Ketua I DPRD Batola Harmuni, selepas menggelar pertemuan dengan dinas terkait membahas penyebab ikan budidaya warga di Sungai Barito mengalami kematian.

Menurut kader PPP Batola itu, permasalahan tersbut ternyata sudah dikoordinasikan Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (DKPP) Batola ke Dinas Perikanan dan Kelautan Kalimantan Selatan (DPK Kalsel).

Sementara itu, Kepala DKPP Batola Suwartono Susanto mengatakan, dari inventarisasi dinasnya ada 25 pokdakan terdampak, terutama di Kecamatan Marabahan, Kecamatan Bakumpai dan sebagian Kecamatan Kuripan.

“Kami sudah berkoordinasi dengan Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kalsel dan kawan-kawan di Balai Perikanan Air Tawar Mandiangin. Kemarin mereka juga langsung ke lapangan dan kami mengusulkan proposal ke sana,” terangnya.

Kadinkes Batola Sugimin menyebutkan, kalau badan ikan masih segar dan hangat masih bisa dikonsumsi.

Terpisah, Kepala Bagian Administrasi dan Keuangan PDAM Batola Nizirni mengaku, yang menggunakan sumber air baku dari Sungai Barito adalah, Marabahan, Bakumpai, Cerbon, Rantau Badauh, Belawang, Wanaraya dan Anjir, sedangkan Alalak mengambil air baku dari Sungai Pinang.

“Meski dalam situasi air bangai ini tetap memenuhi syarat sebagai air bersih, jadi aman,” tegasnya.{[an/mb03]}

 

Mata Banua Online

© 2025 PT. Cahaya Media Utama

  • S0P Perlindungan Wartawan
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

No Result
View All Result
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper