
MARABAHAN-Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Barito Kuala (DPRD Batola), Kalimantan Selatan, meminta dinas terkait memberikan bantuan kepada Kelompok Pembudidaya Ikan (Pokdakan) di Sungai Barito mengalami kerugian akibat ikan yang mereka budidayakan mati massal.
“Tadi ada masyarakat datang ke sini, menyampaikan kerugian-kerugian dan meminta tolong agar ada bantuan dari pemerintah daerah atau dari pemerintah provinsi maupun pusat,” ujar Wakil Ketua I DPRD Batola Harmuni, selepas menggelar pertemuan dengan dinas terkait membahas penyebab ikan budidaya warga di Sungai Barito mengalami kematian.
Menurut kader PPP Batola itu, permasalahan tersbut ternyata sudah dikoordinasikan Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (DKPP) Batola ke Dinas Perikanan dan Kelautan Kalimantan Selatan (DPK Kalsel).
Sementara itu, Kepala DKPP Batola Suwartono Susanto mengatakan, dari inventarisasi dinasnya ada 25 pokdakan terdampak, terutama di Kecamatan Marabahan, Kecamatan Bakumpai dan sebagian Kecamatan Kuripan.
“Kami sudah berkoordinasi dengan Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kalsel dan kawan-kawan di Balai Perikanan Air Tawar Mandiangin. Kemarin mereka juga langsung ke lapangan dan kami mengusulkan proposal ke sana,” terangnya.
Kadinkes Batola Sugimin menyebutkan, kalau badan ikan masih segar dan hangat masih bisa dikonsumsi.
Terpisah, Kepala Bagian Administrasi dan Keuangan PDAM Batola Nizirni mengaku, yang menggunakan sumber air baku dari Sungai Barito adalah, Marabahan, Bakumpai, Cerbon, Rantau Badauh, Belawang, Wanaraya dan Anjir, sedangkan Alalak mengambil air baku dari Sungai Pinang.
“Meski dalam situasi air bangai ini tetap memenuhi syarat sebagai air bersih, jadi aman,” tegasnya.{[an/mb03]}

