Mata Banua Online
Rabu, Januari 28, 2026
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper
Mata Banua Online
No Result
View All Result

Transaksi ATM Terus Menyusut

by Mata Banua
27 Januari 2026
in Ekonomi & Bisnis
0
BEKURANG – Minta masyarakat tarik tunai ATM kini makin berkurang, seiring makin mudahnya kini menggunakan transaksi nontunai.(foto:mb/ant)

JAKARTA – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memprediksi tren penurunan jumlah mesin anjungan tunai mandiri (ATM) masih akan berlanjut ke depan. Fenomena tersebut sejalan dengan semakin masifnya adopsi teknologi digital di sektor jasa keuangan yang mendorong perubahan perilaku dan kebutuhan masyarakat terhadap layanan perbankan.

Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae mengatakan penurunan jumlah ATM pada dasarnya merupakan keptusan bisnis masing-masing bank. Namun, perkembangan teknologi informasi di bidang keuangan menjadi faktor utama yang memengaruhi arah kebijakan tersebut.

Berita Lainnya

Rumah untuk Pekerja Informal

Rumah untuk Pekerja Informal

27 Januari 2026
Wabup Banjar Hadiri FGD Strategi Fiskal Daerah

KPP Solusi Miliki Rumah Pekerja Informal

27 Januari 2026

“Tidak tertutup kemungkinan tren penurunan jumlah ATM akan terus berlanjut seiring meningkatnya adopsi teknologi informasi di bidang keuangan yang semakin masif. Hal ini berdampak pada perubahan perilaku, ekspektasi, dan kebutuhan masyarakat terhadap layanan keuangan dari bank,” ujar Dian.

Berdasarkan Laporan Surveillance Perbankan Indoesia OJK, jumlah mesin ATM, Cash Deposit Machine (CDM), dan Cash Recycling Machine (CRM) hingga kuartal III 2025 tercatat sebanyak 89.774 unit. Jumlah tersebut menurun dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai 91.173 unit. Artinya, terdapat penurunan sebanyak 1.399 unit dalam kurun waktu satu tahun.

Menurut Dian, pemanfaatan teknologi digtal memungkinkan nasabah mengakses layanan perbankan kapan saja dan di mana saja tanpa harus bergantung pada infrastruktur fisik.

“Semakin mudahnya akses layanan melalui aplikasi dan platform daring, serta meningkatnya penggunaan pembayaran nontunai, membuat kebutuhan penggunaan ATM menjadi semakin minimal,” jelasnya.

Di sisi lain, perbankan juga terus berupaya meningkatkan efisiensi operasional. Penguatan layanan diital dinilai dapat mendukung efisiensi melalui pengurangan biaya infrastruktur fisik serta optimalisasi proses layanan.

Selain berdampak pada efisiensi industri, pemanfaatan teknologi digital juga mendorong perluasan transaksi nontunai di masyarakat. Sistem pembayaran nontunai dinilai mampu membuat aktivtas ekonomi berjalan lebih efisien. rep/mb06

 

Mata Banua Online

© 2025 PT. Cahaya Media Utama

  • S0P Perlindungan Wartawan
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

No Result
View All Result
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper