
MARTAPURA – Kecamatan Astambul menggelar Pra Musrenbang Tematik Stunting, di GOR Desa Pingaran Ilir, beberapa waktu yang lalu.
Camat Ahmad Fauzi menyampaikan keyakinannya terkait angka stunting di Kecamatan Astambul selalu menurun, harapannya, tahun berikutnya juga demikian. Menurutnya, faktor air bersih menjadi perhatian lebih terkait rencana pembangunan kedepan, mengingat Astambul termasuk daerah langganan banjir.
“Air bersih salah satu elemen penting pencegahan stunting, kami berharap suplai maupun fasilitasnya di Astambul selalu terpenuhi di berbagai kondisi musim,” ujarnya.
Kepala Bidang Pemerintahan dan Pembangunan Manusia Bappedalitbang Fara Handayani dalam paparan materinya menyampaikan, pelaksanaan aksi konvergensi di tingkat kecamatan merupakan langkah penting memastikan pencegahan dan percepatan penurunan stunting berjalan efektif dan terukur.
“Kecamatan sebagai unsur pemerintahan yang memiliki akses langsung ke masyarakat di tingkat desa/kelurahan, memiliki keunggulan dalam mengidentifikasi sasaran yang tepat, terutama kelompok rentan, seperti ibu hamil, balita dan anak-anak,” jelasnya.
Materi narasumber Kasi Bina Kesertaan Keluarga Berencana dan Kesehatan Reproduksi DinsosP3AP2KB Sukini dijelaskan, fokus penanganan stunting ada pada isu strategis kependudukan yang di dalamnya meliputi pengendalian pertumbuhan penduduk.
Sukini menjelaskan, pembangunan keluarga juga menjadi hal penting mencegah stunting, seperti mencegah pernikahan dini, memperhatikan kesehatan ibu dan anak, kesadaran peran ayah dan keluarga, hingga peningkatan kualitas lansia.
Sementara narasumber Kepala Seksi Keluarga dan Gizi Dinas Kesehatan Titik Hidayah menyampaikan, berdasarkan data, penurunan stunting di Kecamatan Astambul mencapai angka 94,73 %, ini perkembangan positif,
“Namun dari segi populasi, kasusnya di Astambul masih tinggi, pada angka 33,9%,” ungkapnya.
Hadir Kapolsek, Perwakilan Koramil, Kepala Puskesmas setempat, Pambakal se Kecamatan Astambul, perangkat desa serta kader-kader terkait.

