
BANJARBARU – Walikota Banjarbaru Erna Lisa Halaby menyantuni anak-anak yatim pada peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW 1447 Hijriah yang berlangsung religius dan penuh keakraban.
Peringatan salah satu kejadian besar yang dijalani Nabi Muhammad itu sekaligus menjadi momentum refleksi keagamaan dan penguatan kepedulian sosial di tengah masyarakat digelar di rumah dinas walikota, Jumat.
Walikota Banjarbaru menyerahkan santunan kepada anak-anak yatim dari Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) Wiyata Kartika Putra serta Yayasan/Pondok Pesantren Raudhotul Muta’alimun Annahdiyah (RMA) Guntung Manggis.
Lisa Halaby mengatakan, peringatan Isra Mi’raj tidak hanya dimaknai peristiwa penting sejarah perjalanan Rasulullah SAW, tetapi juga pengingat untuk terus menumbuhkan kepedulian terhadap sesama, khususnya anak-anak yatim.
“Isra Mi’raj mengajarkan nilai ketaatan, keikhlasan, dan kepedulian sosial. Berbagi dengan anak-anak yatim adalah bagian dari upaya meneladani akhlak Rasulullah juga memperkuat kebersamaan dan kasih sayang di tengah masyarakat,” ujarnya.
Wali kota berharap, kegiatan dapat memberi manfaat serta kebahagiaan bagi anak-anak yatim, sekaligus juga mampu menjadi penguat nilai-nilai kemanusiaan dalam kehidupan bermasyarakat di Kota Banjarbaru.
Sementara, raut bahagia dan haru tampak dari wajah anak-anak yatim yang menerima santunan sekaligus menegaskan peringatan hari besar Islam tidak hanya bersifat seremonial, tetapi sarat dengan nilai kemanusiaan.
Rangkaian kegiatan keagamaan itu diawali dengan pembacaan shalawat Nabi Muhammad SAW, dilanjutkan Shalat Isya berjamaah, serta tausiah yang disampaikan oleh Guru Ahmad Supian Al-Banjari.
Guru Supian dalam tausyiahnya menekankan tiga amalan utama pada bulan Rajab dan Sya’ban yakni meyakini hal-hal gaib, menegakkan shalat, serta memperbanyak sedekah sebagai wujud ketakwaan kepada Allah SWT.
Ia juga mengapresiasi kepedulian Wali Kota terhadap anak-anak yatim yang sejalan dengan ajaran Al Qur’an dan sunah Rasulullah SAW pada kegiatan yang diikuti tokoh agama, masyarakat, serta awak media di Kota Banjarbaru. ant

