
BANJAR – Pemerintah Kabupaten Banjar memperkuat komitmen pembangunan desa yang berkeadilan melalui peluncuran Desa Inklusi Bi’ih bertajuk “Setara dan Berdaya” di Kecamatan Karang Intan.
Peluncuran desa inklusi tersebut merupakan hasil kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Banjar dan Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah Kabupaten Banjar yang digelar di Gedung Serbaguna Desa Bi’ih.
Bupati Banjar yang diwakili Sekretaris Daerah Yudi Andrea di Karang Intan, Kabupaten Banjar, Jumat, mengatakan desa inklusi bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan langkah awal perubahan pola pikir dan tata kelola pemerintahan desa agar pembangunan dirasakan seluruh lapisan masyarakat.
“Desa inklusi adalah komitmen bahwa perempuan, anak, penyandang disabilitas, lansia, dan kelompok rentan lainnya menjadi subjek pembangunan,” kata Yudi.
Dia menegaskan konsep desa inklusi sejalan dengan prinsip Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya No One Left Behind, yang menuntut pemerintah desa memastikan data kelompok rentan valid serta melibatkan mereka dalam perencanaan dan penganggaran desa.
Pemerintah Kabupaten Banjar, kata Yudi, mendukung penuh inisiatif desa inklusi yang digagas organisasi keagamaan, termasuk ‘Aisyiyah, melalui kolaborasi multipihak antara pemerintah, organisasi masyarakat, sektor swasta, dan warga desa.
Sementara itu, Sekretaris Umum Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah sekaligus Koordinator Program Inklusi ‘Aisyiyah Tri Hastuti Nur Rochimah mengatakan pembangunan desa pada dasarnya harus bersifat inklusif dan melibatkan seluruh kelompok masyarakat.
Menurut dia, Desa Bi’ih dipilih sebagai desa lokus karena telah didorong memiliki Peraturan Desa tentang Desa Inklusi serta kelompok pendamping penyandang disabilitas, sehingga diharapkan menjadi contoh bagi desa lain.
Selain Desa Bi’ih, program inklusi di Kabupaten Banjar juga dikembangkan di Desa Abirau, Kelampayan Ilir, Munggu Raya, Handil Purai, Pindahan Baru, Sungai Alang, dan Sungai Besar. ant

