
BANDUNG – Musibah banjir dan tanah longsor menimbun puluhan rumah di Cisarua, Bandung Barat, pada Sabtu dini hari, 24 Januari 2026, sekitar pukul 02.00 WIB. Sejumlah korban pun berjatuhan dan masih dalam pencarian tim SAR Gabungan.
Hingga, Minggu sore, Tim SAR gabungan berhasil mengevakuasi 16 jenazah dari lokasi bencana. Proses pencarian dan identifikasi korban masih terus berlangsung.
Kepala Bidang Humas Polda Jawa Barat Kombes Hendra Rochmawan mengatakan baru sebagian korban yang berhasil dikenali identitasnya oleh tim Disaster Victim Identification (DVI).
“Dari 16 kantong jenazah tersebut, sebanyak 7 telah berhasil diidentifikasi, sementara 8 lainnya belum teridentifikasi atau masih dalam proses identifikasi,” ujar Hendra, Minggu (25/1), seperti dikutip CNNIndonesia.com.
Ia menjelaskan, tujuh korban yang telah teridentifikasi merupakan warga terdampak bencana dengan rentang usia produktif hingga lanjut usia.
Proses identifikasi dilakukan melalui pemeriksaan medis forensik, pencocokan data ante mortem, serta koordinasi dengan pihak keluarga korban.
Sementara, jenazah yang belum teridentifikasi telah diambil sampel DNA dan untuk sementara disimpan di RSUD Cibabat.
“Kami berkomitmen memberikan pelayanan terbaik kepada korban dan keluarga, agar proses identifikasi berjalan cepat, akurat, dan bermartabat,” kata Hendra.
Hendra juga memastikan pelayanan kesehatan bagi para pengungsi tetap berjalan. Pos kesehatan disiagakan di sejumlah titik pengungsian untuk memantau kondisi warga terdampak sekaligus mencegah munculnya penyakit pascabencana.
“Kami ingin memastikan para pengungsi mendapatkan layanan kesehatan yang layak, sekaligus mendukung pemulihan kondisi pascabencana,” katanya.
Sementara, Kepolisian Daerah Jawa Barat menyampaikan dua anggota Polsek Cisarua gugur dalam tugas setelah mengalami kecelakaan lalu lintas saat hendak menuju lokasi bencana longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat pada Sabtu (24/1).
Kapolda Jawa Barat Irjen Pol Rudi Setiawan menyebut dua personel bhabinkamtibmas yang meninggal dunia, yakni Aiptu Hendra Kurniawan dan Aipda Muhammad Jerry Sonconery, menjadi korban kecelakaan saat terlibat langsung dalam operasi penanggulangan bencana.
“Dua anggota kami kemarin ketika terlibat dalam penanggulangan bencana ini menjadi korban laka lantas,” kata Rudi di Bandung, Minggu, seperti dikutip Antara.
Rudi menegaskan bahwa atas peristiwa tersebut, kedua personel dinyatakan gugur dalam tugas dan memperoleh penghargaan dari Kapolri berupa kenaikan pangkat satu tingkat.
“Dan ini sudah kita kebumikan tadi malam satu orang dan pagi ini satu orang dan mereka memperoleh penghargaan dari Bapak Kapolri dengan kenaikan pangkat,” katanya.
Rudi menegaskan pihaknya menyampaikan duka cita mendalam atas gugurnya dua anggota tersebut dan memastikan seluruh hak serta penghargaan kepada keluarga akan dipenuhi sesuai ketentuan.
Adapun Aiptu Hendra Kurniawan tercatat berdomisili di Desa Mekarsari, Kecamatan Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat, sedangkan Aipda Muhammad Jerry Sonconery berdomisili di Kampung Ciputri, Kelurahan Cigugur Tengah, Kota Cimahi.
Kecelakaan terjadi sekitar pukul 15.30 WIB ketika kedua anggota tengah dalam perjalanan menuju lokasi longsor di Jalan Cimeta, Kampung Cimeta, Desa Tugumukti, Kecamatan Cisarua.
Saat melaju beriringan dengan kendaraan lain, sebuah truk kendaraan di depan korban berhenti mendadak, sementara truk di belakang mengalami gangguan pengereman sehingga menghimpit sepeda motor yang ditumpangi kedua personel tersebut. Web


