
BANJARMASIN – Berdasarkan data sementara yang dihimpun dari Dinas Sosial Provinsi Kalimantan Selatan hingga Minggu (25/1), ada 42.369 kepala keluarga (KK) warga terdampak bencana alam banjir di Kalsel.
“Puluhan ribu KK terdampak bencana alam banjir tersebut berasal dari sejumlah di Kalsel dan terparah di Kabupaten Banjar mencapai 29.186 KK,” ucap Kabid Penanganan bencana pada Dinas Sosial Provinsi Kalsel H Achmadi SSos.
Menurut Madi –sapaan akrabnya, untuk Kabupaten Banjar banjir melanda tujuh kecamatan pada 64 desa/kelurahan jumlah terdampak 29.186 KK atau 79.053 jiwa.
Selain itu, korban terdampak bencana banjir cukup banyak di Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) mencapai 5.349 KK atau 15.939 jiwa. Kemudian, di Kabupaten Balangan korban terdampak banjir sebanyak 3.815 KK atau 11.443 jiwa, di Kabupaten Tanah Laut (Tala) sebanyak 3.275 KK atau 9.785 jiwa.
Selanjutnya, di Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS) sebanyak 2.895 jiwa, di Kabupaten Tapin tersebar pada tiga kecamatan pada empat desa dan korban terdampak 332 KK atau 1.314 jiwa, sedangkan di Kota Banjarbaru, korban terdampak 416 KK atau 1.383 jiwa.
Sementara dilaporkan, banjir juga melanda dua kecamatan di Kabupaten Barito Kuala (Batola) yakni Kecamatan Jejangkit dan Kecamatan Mandastana, namun belum dilaporkan berapa KK yang terdampak banjir itu.
“Untuk sejumlah lokasi di Kalsel, seperti di Kecamatan Sungai Tabuk, Kabupaten Banjar, Kecamatan Kurau, Kabupaten Tanah Laut (Tala) dan Kecamatan Jejangkit, Kabupaten Batola banjir masih merendam sebagian rumah warga,” pungkasnya. ani

