
BANJARMASIN – Sejak terjadinya bencana alam banjir akhir Desember 2025 hingga pertengahan Januari 2026, sejumlah daerah di Kalsel, kini masih ada ribuan rumah penduduk pada sejumlah lokasi terendam banjir.
“Kami mencatat masih ada sejumlah daerah di Kalsel yang dilanda banjir dan merendam ribuan rumah penduduk,” kata Kabid Penanganan Bencana pada Dinas Sosial Provinsi Kalsel, H Achmadi, SSos, di Banjarmasin, Rabu (21/1).
Menurut Madi (sapaan akrabnya) bencana alam banjir yang masih terjadi dan merendam rumah penduduk tersebut yang cukup parah di Kecamatan Sungai Tabuk dan Kecamatan Martapura Barat, Kabupaten Banjar.
Selain itu, sebut Madi, bencana alam banjir juga masih melanda sebagian desa di Kecamatan Kurau, Kabupaten Tanah Laut (Tala) dan ribuan kepala keluarga (KK) terdampak dan kini kondisi air masih ada yang masuk ke dalam rumah warga.
Kemudian, banjir yang masih merendam rumah warga di Kecamatan Jejangkit dan Mandastana, Kabupaten Barito Kuala (Batola) dan ribuan jiwa terdampak bencana alam tersebut.
Menurut Madi, banjir juga masih melanda Pondok Babaris dan Kecamatan Danau Panggang, Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU), serta Nagara, Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSU).
“Dari sejumlah lokasi di Kalsel yang tersebut ada sejumlah desa yang kondisi airnya mengalami penurunan dan warga sudah mulai melaksanakan aktivitas,” katanya.
Disamping itu, lanjutnya, sejumlah lokasi di kota Banjarmasin juga masih menggenangi sejumlah ruas jalan dan rumah penduduk akibat air pasang laut tinggi (rob). ani

