
JAKARTA – Harga rata-rata nasional aneka beras di tingkat konsumen terpantau stabil dan bervariasi pada Selasa. Di sisi lain, harga rerata telur ayam ras masih melanjutkan tren kenaikan.
Berdasarkan Panel Harga Pangan Badan Pangan Nasional (Bapanas) pukul 08.05 WIB, harga rata-rata beras stabilisasi pasokan dan harga pangan (SPHP) Bulog mencapai Rp12.397 per kilogram di tingkat konsumen.
Adapun, harga eceran tertinggi (HET) nasional beras SPHP ditetapkan sebesar Rp12.500-Rp13.500 per kilogram. Di sisi lain, harga rata-rata beras medium non SPHP di tingkat konsumen adalah Rp13.674 per kilogram.
Untuk harga rata-rata beras medium dibanderol Rp13.373 per kilogram. Secara nasional, harga rerata beras khusus lokal mencapai Rp15.175 per kilogam. Serta, harga rata-rata beras premium di tingkat konsumen adalah Rp15.457 per kilogram.
Beranjak ke komoditas pangan lain, Panel Harga Bapanas menunjukkan harga rata-rata telur ayam ras di tingkat konsumen terpantau masih merangkak meski tipis 1,19% dari harga acuan penjualan (HAP) nasional Rp30.000 per kilogram menjadi Rp30.357 per kilogram.
Namun, harga rata-rata daging ayam ras dibanderol justru turun 5,86% dari HAP nasional Rp40.000 per kilogram atau mencapai Rp37.655 per kilogram.
Untuk harga pangan yang bersumber dari protein hewani lainnya, yakni daging sapi murni dibanderol Rp135.149 per kilogram secara rerata nasional. Harganya turun 3,47% dari HAP nasional Rp140.000 per kilogram.
Kemudian, harga rata-rata daging kerbau segar lokal dan daging kerbau beku impor masing-masing adalah Rp140.000 per kilogram dan Rp105.083 per kilogrm. Lebih lanjut, harga rata-rata ikan kembung Rp42.602 per kilogram, ikan tongkol Rp35.736 per kilogram, dan ikan bandeng adalah Rp34.978 per kilogram di tingkat konsumen. Selanjutnya, aneka cabai mengalami harga yang bervariasi di tingkat konsumen. Untuk harga rata-rata gula konsumsi dan garam konsumsi masing-masing dibanderol Rp18.064 per kilogram dan Rp11.158 per kilogram. bisn/mb06

