
JALANI PEMERIKSAAN – Bupati Pati Sudewo (tengah) dikawal petugas setibanya di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Selasa (20/1). Sudewo tiba di KPK untuk menjalani pemeriksaan lanjutan setelah terjaring dalam operasi tangkap tangan terkait dugaan korupsi pengisian jabatan perangkat desa di Kabupaten Pati, Jawa Tengah.JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyita uang miliaran rupiah dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) terhadap Bupati Pati, Sudewo dan sejumlah pihak lainnya.
Juru Bicara KPK Budi Prasetyo mengatakan uang tersebut diduga berkaitan dengan pengurusan pengisian jabatan di lingkup pemerintah desa.
“Dalam peristiwa ini, tim juga mengamankan sejumlah uang dalam bentuk rupiah senilai miliaran rupiah. Nanti kami akan sampaikan (lengkapnya),” ujar Budi di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Selasa (20/1), seperti dikutip CNNIndonesia.com.
Budi menuturkan ada harga yang dipatok Sudewo untuk posisi tertentu di pemerintah desa, seperti Kepala Urusan, Kepala Seksi, dan Sekretaris Desa. Jumlah pastinya akan disampaikan secara detail dalam konferensi pers.
“Ada. Jadi, memang ada jumlah tertentu yang dipatok untuk mengisi suatu jabatan di lingkup pemerintah desa. Nanti kami akan sampaikan secara detail angka-angkanya,” imbuhnya.
Sementara, Pemprov Jawa Tengah mendukung langkah hukum KPK melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) terhadap Bupati Pati Sudewo yang disebut terkait jual beli jabatan perangkat desa.
Pemprov Jawa Tengah memastikan penangkapan terhadap Bupati Pati Sudewo tidak akan mengganggu jalannya pelayanan publik di Pati.
Hal ini disampaikan oleh Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin usai melantik pengurus Persatuan Wanita Olahraga Indonesia (Perwosi) Jawa Tengah di Gedung Wisma Perdamaian Semarang pada Selasa siang 20 Januari 2026.
Taj Yasin justru berharap langkah tegas KPK ini kembali menjadi pembelajaran untuk para Kepala Daerah lain di Jawa Tengah.
“Untuk lebih berhati-hati dalam menjalankan pemerintahan khususnya bebas dari korupsi,” kata Taj Yasin.
Selain Bupati Pati Sudewo, camat dan kepala desa ikut ditangkap dan diamankan dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) di Pati, Jawa Tengah, Senin.
“Yang pertama Kepala Daerah atau Bupati Pati, kemudian dua Camat, tiga Kepala Desa, dan dua calon perangkat desa,” jelas Budi Prasetyo.
Budi mengatakan OTT kali ini berkaitan dengan dugaan tindak pidana korupsi dalam pengisian jabatan, khususnya di lingkup pemerintah desa.
“Jadi ada Kaur, ada Kasi atau Kepala Seksi, dan ada juga jabatan Sekdes atau Sekretaris Desa,” ujarnya.
“Dalam peristiwa ini, tim juga mengamankan sejumlah uang dalam bentuk rupiah senilai miliaran rupiah. Nanti kami akan sampaikan (lengkapnya),” ujar Budi.
Sudewo setelah terjaring OTT langsung diperiksa oleh penyidik KPK di Polres Kudus. Setelah itu, Sudewo sempat dibawa penyidik ke Semarang sebelum kemudian dibawa ke Gedung KPK di Jakarta. web

