
MARABAHAN – Diujung Kecamatan Jejangkit, Kabupaten Barito Kuala (Batola), tepatnya Desa Sampurna, Kecamatan Jejangkit banyak masyarakat yang masih terjebak banjir yang sudah menggenagi rumah-rumah mereka lebih dari sebulan lalu.
Korban terdampak bencana alam banjir itu terus bertahan dengan berharap air sesegera mungkin surut, bahkan dibeberapa akses jalan darat sudah putus.
“Alhamdulillah, desa kami baru sekali dapat bantuan dari perusahaan swasta dan hari ini, ulun (Saya, red) mengucapkan terimakasih kepada istri Gubernur Kalsel, Hj Fathul Jannah yang begitu perhatian kepada masyarakat disini,” ucap Mukhtar, Kepala Desa Sampurna, usai menerima paket sembako, Kamis (15/01).
Mukhtar tak sendiri, bersama masyarakat kampung itu sudah sejak pagi menunggu kedatangan istri gubernur itu dan tak lama berselang, Hj Fathul Jannah Muhidin tiba sekitar pukul 13.55 WITA. Kemudian turun dan berdialog langsung dengan masyarakat yang airnya masih setinggi lutut orang dewasa.
“Alhamdulillah, hari ini saya menyalurkan bantuan di desa Sampurna dan Desa Bahandang di Kecamatan Jejangkit, Kabupaten Barito Kuala,” katanya.
Tentunya musibah banjir ini tidak diharapkan, kata Hj Fathul Jannah, tetapi mari kita sama-sama tawakkal kepada Allah dan bersabar, semoga banjir ini cepat surut dan masyarakat kita bisa beraktifitas kembali seperti biasanya.
Dalam kesempatan itu, Hj Fathul Jannah turut menyampaikan rasa prihatin atas kondisi masyarakat yang harus bertahan di tengah banjir berkepanjangan.
Hj Fathul Jannah mengatakan, bantuan sembako yang disalurkan ini merupakan instruksi dari Gubernur H Muhidin yang terus digencarkan oleh Pemprov Kalsel terhadap warga yang terdampak musibah banjir.
Menurutnya, bantuan sembako yang diberikan diharapkan dapat sedikit meringankan beban masyarakat, khususnya dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari selama banjir belum surut dan memastikan bahwa pemerintah daerah akan terus berupaya hadir di tengah masyarakat yang membutuhkan.
“Walaupun bantuan ini tidak seberapa, mudah-mudahan bisa membantu dan bermanfaat bagi masyarakat. Insya Allah, pemerintah akan terus memperhatikan dan mencarikan solusi terbaik untuk penanganan banjir di wilayah ini,” ujarnya.
Sementara itu, Warsinah (48) warga Desa Sampurna menyambut kedatangan istri Gubernur Kalsel penuh antusias dan mengaku terharu karena mendapat perhatian langsung, mengingat kondisi banjir yang sudah berlangsung lama dan cukup mengganggu aktivitas sehari-hari.
“Banjir telah menyebabkan kesulitan dalam beraktivitas, mulai dari bekerja hingga anak-anak yang kesulitan bersekolah. Dengan adanya bantuan ini, warga disini merasa terbantu dan berharap banjir segera surut,” doanya.
Camat Jejangkit, Ardian (51) mengatakan Kecamatan Jejangkit memiliki tujuh desa dengan 2.200 Kepala Keluarga (KK) yang terdampak banjir dengan tingkat berbeda-beda.
Dari jumlah tersebut, sebagian besar warga masih bertahan di rumah masing-masing karena keterbatasan tempat pengungsian serta masih memungkinkan untuk beraktivitas dengan segala keterbatasan.
Ardian menjelaskan, banjir yang melanda wilayah Kecamatan Jejangkit sudah berlangsung cukup lama akibat curah hujan tinggi dan luapan air sungai sehingga menyebabkan sejumlah desa terendam hingga ketinggian air mencapai lutut bahkan pinggang orang dewasa. Kondisi tersebut turut berdampak pada akses transportasi, perekonomian warga serta aktivitas pendidikan. md/adpim/ani

