
Jakarta – Manchester United (MU) tersingkir dari Piala FA seusai dikalahkan Brighton dengan skor 1-2 pada putaran ketiga di Stadion Old Trafford, Manchester, Minggu waktu setempat.
Pada pertandingan ini Brighton mampu unggul terlebih dahulu melalui Brajan Gruda dan Danny Welbeck, lalu MU dapat memperkecil ketertinggalannya berkat Benjamin Sesko.
Selain itu, Manchester United harus bermain dengan 10 orang menjelang berakhirnya pada pertandingan setelah pemain pengganti Shea Lacey setelah menerima kartu kuning kedua.
Di sisi lain, kemenangan membuat Brighton melaju ke babak keempat Piala FA yang rencananya akan digelar pada bulan Februari mendatang, demikian catatan FA.
MU sebenarnya mengambil inisiatif menyerang terlebih dahulu dan sempat memiliki beberapa peluang melalui Diogo Dalot dan Bruno Fernandes, namun kedua kesempatan tersebut dapat digagalkan kiper Brighton Jason Steele.
Brighton berbalik memberikan ancaman dan berhasil unggul terlebih dahulu melalui gol Brajan Gruda yang memanfaatkan bola rebound sehingga skor berubah menjadi 1-0 pada menit 12.
The Seagulls kembali memberikan ancaman, kali ini melalui tendangan yang dilepaskan oleh Danny Welbeck, akan tetapi dapat diselamatkan kiper MU Senne Lammens.
Brighton dapat menggandakan keunggulan mereka pada menit 64 setelah umpan dari Gruda dapat dikonversikan menjadi gol oleh Danny Welbeck sehingga skor berubah menjadi 2-0.
MU berhasil memperkecil ketertinggalan ketika pertandingan memasuki menit 85 melalui gol yang dicetak oleh Benjamin Sesko sehingga skor berubah menjadi 1-2.
Ketika berusaha menyamakan kedudukan, MU harus bermain dengan 10 orang setelah pemain pengganti Shea Lacey diganjar kartu kuning kedua oleh wasit.
Pada waktu yang tersisa, MU berusaha untuk setidaknya menyamakan kedudukan, akan tetapi hingga laga usai, skor 2-1 untuk kemenangan Brighton tetap bertahan.
Arsenal melibas Portsmouth untuk melaju ke Babak Keempat Piala FA 2025/2026. Lagi-lagi, bola mati The Gunners berhasil membunuh lawannya.
Melawat ke Fratton Park, Minggu (11/1/2026) malam WIB, Arsenal tertinggal duluan di menit ketiga karena gol Colby Bishop. Arsenal menutup babak pertama dengan keunggulan 2-1 lewat gol bunuh diri Andrea Dozzell dan Gabriel Martinelli.
Di babak kedua, Martinelli mencetak hat-trick untuk memastikan kemenangan 4-1 Arsenal dan lolos dari Babak Ketiga. Meski menurunkan banyak pemain pelapis, Arsenal memang terlalu tangguh.
Apalagi “senjatan andalan” mereka masih terbukti sulit diredam lawan, yakni bola mati. Tiga dari empat gol Arsenal di laga ini diawali tendangan sudut yang menciptakan kekacauan di pertahanan Portsmouth.
Gol pertama tercipta dari kemelut yang membuat bola membentur Dozzell dan masuk ke gawang. Sementara di gol kedua dan keempat, Martinelli membuatnya dari kepala.
Opta melansir, Arsenal sudah tiga kali membuat minimal dua gol atau lebih dari sepak pojok musim ini. Sebelumnya ada Leeds United dan Newcastle United yang jadi korban.
Total sudah 17 gol dicetak Arsenal di seluruh ajang musim ini dari situasi bola mati, paling banyak di antaranya tim-tim Premier League lainnya.
“(Bola mati) sangat penting dalam permainan kami, tapi juga bagi tim lain. Tentu saja kami memaksimalkan itu, tapi itu memang penting sekali untuk permainan kami dan jadi senjata utama. Kami terus mengembangkan itu sebagai senjata yang sewaktu-waktu bisa kami pakai,” ujar gelandang Arsenal Christian Norgaard di BBC Sport. dtc/ant

