
MARABAHAN – Gubernur Kalimantan Selatan H Muhidin menargetkan produksi padi di Kalsel mengalami peningkatan dari tahun 2025, minimal produksi tahun 2026 mencapai 1,3 juta ton gabah kering giling (GKG).
“Saya berharap produksi padi Kalsel meningkat lagi tahun 2026, minimal mencapai 1,3 juta ton GKG,” ujarnya di sela panen raya padi, di Desa Baringin Jaya, Handil Paliwara, Kecamatan Anjir Muara, Kabupaten Barito Kuala (Batola), Rabu (7/1).
Panen raya padi di tengah kondisi bencana alam banjir yang melanda sebagian wilayah Kalsel itu, dipimpin Gubernur Kalimantan Selatan H Muhidin didampingi Bupati Barito Kuala (Batola) H Bahrul Ilmi.
Turut melakukan panen padi, Wakapolda Kalsel Brigjen Pol Dr Golkar Pangarso Raharjo Winarsadi, Danrem 101 Antasari Brigjen TNI Ilham Yunus, Kepala BINDA Kalsel Brigjen Polisi Nurullah dan Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kalsel H Syamsir Rahman di lahan rawa pasang surut seluas 10 hektare.
Muhidin menyatakan bersyukur produksi padi Kalsel tahun 2025 ini mencapai 1,2 juta ton GKG atau meningkat dibanding tahun 2024 yang kurang satu 1 juta ton.
Target produksi padi minimal 1,3 juta ton itu, sebut Muhidin, sangat realistis mengingat mulai tahun 2026 ada tambahan luas tanam dari cetak sawah di Kalsel sekitar 30 ribu hektare dan kegiatan optimasi lahan (Oplah).
Muhidin menyatakan dengan kondisi produksi padi 1,2 ton tahun 2025 itu, maka Kalsel merupakan daerah dengan produksi padi tertinggi di Kalimantan sehingga memantapkan Kalsel sebagai salah satu lumbung pangan nasional.
Produksi padi Kalsel mencapai 1,2 juta gkg tahun 2025 itu mengantarkan Kalsel berada di peringkat 10 nasional, namun dari sisi penilaian ketahanan pangan, Kalimantan Selatan berhasil menembus peringkat tiga nasional, tepat di bawah Jawa Timur dan Jawa Tengah.
Terpisah, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kalsel, H Syamsir Rahman menambahkan tahun 2025 produksi padi Kalsel mencapai 1,183 juta ton atau hampir 1,2 juta ton dan merupakan produksi padi tertinggi di Kalimantan.
“Produksi padi Kalsel terus meningkat dan menjadi penopang bagi provinsi lain, khususnya Kalimantan Tengah (Kalteng) yang banyak mengambil pasokan beras dari Barito Kuala,” jelas Syamsir.
Selain itu, Kalsel juga mencatat prestasi membanggakan dengan menempati peringkat pertama Indeks Ketahanan Pangan nasional, menggeser Provinsi Bali setelah tiga tahun berturut-turut berada di posisi teratas.
“Indeks tersebut diukur dari aspek ketersediaan pangan, keterjangkauan harga, distribusi, serta keragaman konsumsi pangan,” jelas Syamsir.
Pada kesempatan itu, Gubernur H Muhdinin juga menyerahkan bantuan sektor pertanian dari APBD Provinsi Kalsel senilai hampir Rp2,5 miliar, termasuk dukungan pengelolaan tanaman pangan, hortikultura, serta subsidi pupuk lebih dari 20 ribu ton untuk Kabupaten Barito Kuala. ani

