Mata Banua Online
Senin, Januari 12, 2026
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper
Mata Banua Online
No Result
View All Result

Ribuan Siswa SD Divaksin Agar Terlindung dari Virus DBD

by Mata Banua
4 Januari 2026
in Banjarmasin
0

 

PLT Kepala Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin M Ramadhan.

BANJARMASIN – Pemerintah Kota Banjarmasin melaksanakan vaksinasi dengue kepada ribuan siswa SD untuk melindungi tubuh mereka dari infeksi virus demam berdarah dengue (DBD).

Berita Lainnya

G:\2026\Januari\12 Januari 2026\5\Hal 5\Ketua Panlak Haul ke-6 KH Ahmad Zuhdiannor, Muhammad Nida Uddin.jpg

Jemaah Haul ke-6 Guru Zuhdi Diprediksi Lebih 1 Juta

11 Januari 2026
G:\2026\Januari\12 Januari 2026\5\Hal 5\Pimpinan Majelis Madinatul Habib Jakarta Habib Syauqi Al Habsyi.jpg

PTAM Intan Banjar Peringati Isra Mikraj

11 Januari 2026

Plt Kepala Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin M Ramadhan di Banjarmasin, Jumat, menyampaikan, pemberian vaksinasi dengue kepada ribuan siswa SD di kota ini dijadwalkan pada Januari 2026.

“Target sasaran pada tahap awal ini sebanyak 7.500 siswa SD kelas 3 dan 4 pada 80 sekolah,” ujarnya.

Menurut dia, program ini sudah disiapkan cukup matang sehingga dapat segera dilaksanakan setelah libur sekolah.

Diungkapkan Ramadhan, vaksinasi dengue ini adalah program nasional, bahkan baru dilaksanakan pada tiga kota, yakni Jakarta, Palembang dan Banjarmasin.

“Kita siap menyukseskan program ini,” ujarnya.

Untuk yotal vaksin yang disalurkan dalam program ini sekitar 30 ribu dosis yang berasal dari hibah Takeda, yakni perusahaan biofarmasi global asal Jepang.

Dijelaskan Ramadhan, dengan suntik vaksin ini bisa membantu sistem imun mengenali dan melawan virus, sehingga dapat mengurangi risiko terkena demam berdarah.

“Terutama mencegah gejala yang parah, komplikasi serius seperti syok dan rawat inap,” ujarnya.

Menurut dia, program ini pada tahapan pelaksanaan sudah disosialisasikan, dilanjutkan dengan rekrutmen peserta dan penandatanganan persetujuan orang tua, kemudian pengambilan sampel darah guna mengetahui riwayat DBD sebelumnya.

Setelah itu, lanjut dia, vaksinasi dilakukan sebanyak dua kali dengan jeda minimal tiga bulan, serta pemantauan kesehatan anak selama tiga tahun.

Menurut Ramadhan, terpilihnya Kota Banjarmasin sebagai lokasi pelaksanaan program nasional ini tidak terlepas dari tingginya angka kasus DBD.

Dikatakan dia, pada 2024, tercatat 3.236 kasus DBD dengan 16 kematian. Sementara pada 2025 hingga 10 November, jumlah kasus turun menjadi 460 kasus dengan satu kematian.

“Moga dengan program ini kita bisa menekan signifikan penyebaran kasus DBD,” ujarnya. ant

 

Mata Banua Online

© 2025 PT. Cahaya Media Utama

  • S0P Perlindungan Wartawan
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

No Result
View All Result
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper