WBP Dilatih Keterampilan Otomotif dan Furniture

BANJARMASIN – Seksi Kegiatan Kerja (GIATJA) Lapas Kelas IIA Banjarmasin melaksanakan kegiatan Workshop GIATJA melatih warga binaan pemasyarakatan (WBP) terampil di bidang otomotif dan furniture.
Kepala Lapas Kelas IIA Banjarmasin Akhmad Herriansyah di Banjarmasin, Rabu, mengatakan dalam workshop tersebut, para peserta melaksanakan kegiatan praktik di antaranya pembuatan bemper mobil untuk kendaraan dinas KA KPLP, pembuatan empat unit kursi pos atas, serta pembuatan 10 set tong sampah.
Kegiatan dibimbing oleh Petugas Pembina Lapas Banjarmasin Alfi Hidayat bersama peserta magang, yakni Valent, Putri, dan Fikri. Sementara itu, salah satu WBP yang memiliki keahlian di bidang tersebut, Amang Asul, turut berperan sebagai narasumber, memberikan arahan teknis serta berbagi pengalaman kerja kepada peserta workshop.
“Workshop GIATJA merupakan bagian penting dari pembinaan kemandirian yang berorientasi pada kesiapan kerja WBP,” ujar Herriansyah.
Melalui workshop seperti ini, kata dia, Lapas Banjarmasin membekali warga binaan dengan keterampilan nyata yang bisa dimanfaatkan setelah bebas nanti. Pembinaan tidak hanya soal disiplin, tetapi juga tentang menyiapkan masa depan yang lebih baik.
Herriansyah menuturkan Workshop GIATJA bertujuan untuk mempersiapkan WBP yang memiliki keterampilan di bidang otomotif dan furniture, sehingga mampu meningkatkan kemampuan kerja, kedisiplinan, serta kesiapan menghadapi dunia kerja setelah selesai menjalani masa pidana.
Salah satu WBP sekaligus narasumber, Amang Asul, menyampaikan apresiasi terhadap kegiatan tersebut.
“Kegiatan workshop ini sangat bermanfaat bagi kami. Selain bisa menyalurkan keterampilan, kami juga diberi kepercayaan untuk berbagi ilmu. Harapannya, apa yang kami pelajari di sini bisa menjadi bekal hidup yang lebih baik setelah kembali ke masyarakat,” ujar Amang Asul.
Melalui kegiatan ini, Lapas Banjarmasin berharap WBP tidak hanya memperoleh keterampilan teknis, tetapi juga menumbuhkan etos kerja, rasa tanggung jawab, dan kepercayaan diri sebagai bekal untuk hidup mandiri dan produktif di tengah masyarakat. ant

