
PELAIHARI – Pagelaran Wayang Kulit Banjar kembali digelar dalam rangka memeriahkan RTP Pasar Lawas Pelaihari pada Jumat (12/12) malam.
Warga nampak memadati arena pertunjukan menyaksikan penampilan Dalang Upik bersama pengrawit Sanggar Anak Pandawa dari Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST).
Pada kesempatan ini, lakon yang dibawakan berjudul “Carita Gugurnya Tahta Karena Nafsu”, sebuah kisah penuh pesan moral yang relevan lintas generasi.
Pagelaran wayang kulit Banjar itu dibuka Staf Ahli Bupati Bidang Pembangunan, Ekonomi dan Keuangan, Iwan Persada sekaligus membacakan sambutan tertulis Bupati Tanah Laut (Tala), H Rahmat Trianto.
Bupati Tala, H Rahmat Trianto menegaskan pemerintah daerah menyampaikan apresiasi kepada para seniman yang telah menjaga keberlangsungan kesenian tradisi Banua.
“Wayang Kulit Banjar bukan hanya tontonan, tetapi merupakan sarana pendidikan karakter yang menyampaikan nilai-nilai kehidupan dengan bahasa seni yang halus dan mudah diterima oleh siapa saja,” ujar Iwan saat membacakan sambutan Bupati.
Bupati menegaskan komitmennya dalam mendukung pelestarian seni budaya daerah, termasuk Wayang Kulit Banjar, Madihin, Kuntau, Hadrah dan berbagai kesenian tradisi lainnya.
Pemerintah daerah juga mengapresiasi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan serta seluruh panitia yang telah berperan menyukseskan kegiatan budaya tersebut.
Pagelaran Wayang Kulit Banjar malam itu berlangsung hangat dan meriah. Penonton antusias mengikuti alur cerita dan menikmati alunan musik gamelan Banjar yang mengiringi jalannya lakon. ris/ani

