BANJARMASIN – Polsek Banjarmasin Timur (Bartim) terus memburu terduga para pelaku pengeroyokan yang terjadi di Pasar Beras, Jalan Pangeran Antasari Banjarmasin dan keluarga korban penganiayaan meminta pihak kepolisian di Banjarmasin secepatnya mengungkap pelakunya.
“Kami berharap polisi segera mengungkap pelaku dan menghukum seberatnya yang menyebabkan Rezaman (43) mengalami luka parah, tangan kanan nyaris putus,” ucap keluarganya, di Banjarmasin, Minggu (14/12).
Rezaman diserang sekelompok orang saat berada di Pasar Beras Jalan Pangeran Antasari, Selasa (9/12) sekitar pukul 14.00 Wita dan korban cepat menjalani operasi di RSUD Ulin Banjarmasin dan nyawanya tertolong, baru Jumat (12/12), siuman dan belum memberikan keterangan ke polisi.
Menurut pihak keluarganya, Rezaman kehilangan banyak darah. “Sekitar delapan kantong darah ditransfosi ke tubuhnya,” jelas anggota family lainnya.
Adiknya yang minta namanya tidak dikorankan sangat geram dengan insiden yang dialami kakaknya, hanya masalah duit sampai di keroyok. “Kuat dugaan pengeroyok berniat menghabisi nyawa kakaknya,” tambah adik Rezaman.
“Kakak tangannya nyaris putus, ia sudah berucap minta ampun, kita minta pelaku ditangkap dihukum berat,” pintanya.
Dari informasi, diawali insiden dengan keponakan korban, saat Zaini Arif (19), ponakan Rezaman yang disamperi tiga pelaku bersepeda motor.
Mereka menanyakan uang puluhan juta rupiah, sedang Zaini tidak bekerja yang tidak ada kaitan dari transaksi itu.
Zaini dipaksa ke kantor polisi oleh pengeroyok dan digebuki di kepala. Akibatnya luka robek di bawah mata kanan, bengkak di dahi dan lebam di bagian atas kepala.
Pelaku membacok Rezaman saat melintas depan gang Pasar Beras, pelaku berpapasan dan kenal Rezaman, lalu menebas kenai tangan kanannya dan nyaris putus.
Usai melikai Rezaman, pengeroyok menghampiri Zaini. “Paman kamu sudah kami lukai, lalu kabur meninggalkan kedua korban,” selanya.
Tak terima familynya melaporkan ke Polsek Banjarmasin Timur untuk diproses hukum.
Kapolsek Banjarmasin Timur, AKP Morris Widhi Harto melalui Kanit Reskrim, Iptu Hendra Agustin Ginting membenarkan adanya laporan terkait pengeroyokan itu.
“Korban sudah melapor dan kini polisi telah melakukan penyelidikan sehingga saat ini pelaku sedang diburu,” kata Kanit Reskrim singkat. sam/ani

