
BANJARMASIN – Dinas Sosial (Dinsos) Provinsi Kalimantan Selatan mendorong logistik untuk kebutuhan tanggap darurat penanggulangan bencana ke lumbung sosial yang ada di kecamatan.
“Kita akan mendorong logistik, terutama permakanan ke lumbung sosial yang telah berdiri di Kalsel,” ucap Kabid Penanganan Bencana pada Dinas Sosial Provinsi Kalsel H Achmadi SSos, Kamis (4/12).
Madi –sapaan akrabnya– menyatakan, pengisian logistik tanggap bencana di lumbung sosial tersebut dimaksudkan untuk kesiapsiagaan menghadapi kemungkinan terjadinya bencana, apalagi saat ini sedang musim penghujan.
Seperti diketahui, Kalsel termasuk daerah yang berpotensi terjadinya bencana alam ketika musim penghujan, seperti banjir, angin ribut atau angin puting beliung, tanah longsor, dan banjir rob di kawasan pesisir laut.
Ia menyebutkan, saat lumbung sosial yang telah dibentuk sebanyak 46 buah/kecamatan dan sebagai garda terdepan untuk mempermudah serta mempercepat bantuan tanggap darurat untuk korban terdampak bencana.
“Apabila terjadi bencana di suatu lokasi, maka lumbung sosial terdekat harus menyalurkan bantuan tanggap darurat terhadap korban terdampak, sehingga masyarakat merasa pemerintah hadir saat mereka membutuhkan,” ujarnya.
Lumbung sosial yang sudah terbentuk itu, lanjutnya, telah didistribusikan logistik untuk tanggap darurat terutama untuk kebutuhan dasar masyarakat, seperti permakanan yang merupakan kebutuhan pokok masyarakat.
Madi menyampaikan, dari 46 lumbung sosial itu, terbanyak di Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS) 11 buah, di Hulu Sungai Tengah (HST) 11 buah, dan di Tanah Bumbu (Tanbu) ada 10 buah.
“Ketiga lokasi di Kalsel yang banyak didirikan lumbung sosial itu karena telah dijadikan kawasan siaga bencana (KWSB) yang mengharuskan setiap kecamatan berdiri lumbung sosial,” katanya.
Ia menjelaskan, alasan lumbung sosial didirikan di lokasi yang rawan bencana karena apabila terjadi hal tersebut bantuan tanggap darurat bisa cepat disalurkan kepada korban, kecuali tidak mencukupi dan meminta bantuan ke dinas sosial kabupaten/kota.
Selain kesiapsiagaan logsitik, pihaknya juga menyiapkan peralatan untuk penanganan bencana serta sumber daya manusia (SDM), yakni anggota taruna siaga bencana (tagana) yang telah dilatih menangani bencana. ani

