
JAKARTA – Gubernur Kalimantan Selatan H Muhidin menerima piagam apresiasi dan trofi penghargaan atas keberhasilan Geopark Meratus meraih Status UNESCO Global Geopark (UGGp), dalam acara Indonesia’s Geopark Leader Forum, di Ruang Rapat Kementerian PPN/Bappenas RI di Jakarta, Rabu (3/12).
Penyerahan dilakukan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas, Rachmat Pambudy yang merupakan Sekretaris Dewan Pengarah Komite Nasional Geopark Indonesia, didampingi Menteri Dalam Negeri RI, Tito Karnavian.
Gubernur H Muhidin juga menunjukkan komitmen terus mengembangkan Geopark Meratus di Kalimantan Selatan yang diitandai dengan Penandatanganan Komitmen bersama dihadapan Menteri PPN/Kepala Bappenas, Mendagri dan Direktur Kantor Regional Multisektoral UNESCO Jakarta, Maki Katsuno – Hayashikawa.
Usai acara yang bertajuk “Building Knowledge for Indonesia’s Geopark Development” ini, Gubernur Kalsel, H Muhidin mengaku bersyukur atas keberhasilan Kalimantan Selatan dalam mengembangkan Geopark Meratus yang kini telah masuk kancah Internasional, UNESCO Global Geopark (UGGp).
Menurut Muhidin, sebagai Pemerintah Provinsi (Pemprov) tentu mendukung pengembangan Geopark Meratus sebagai bagian dari pembangunan daerah yang berkelanjutan.
“Kami akan lebih memperhatikan dan melakukan pengembangan seluruh situs yang masuk dalam Geopark Meratus ini agar dapat terus berkembang,” ucap Gubernur H Muhidin didampingi Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Provinsi Kalsel, Isharwanto dan Ketua Badan Pengelola Geopark Meratus (BPGM), Fajar Desira.
Dalam Deklarasi Komitemen Bersama, Gubernur Kalsel memastikan pihaknya akan mensinergikan kebijakan pengembangan geopark ke dalam perencanaan dan penganggaran pembangunan daerah.
Selain itu, sebut Muhidin, Pemprov Kalsel siap melindungi dan melestarikan warisan geologi, keanekaragaman hayati dan keragaman budaya melalui penguatan kebijakan dan tata kelola, peningkatan kapasitas serta pelibatan aktif pemangku kepentingan mendukung peningkatan edukasi dan pengembangan riset serta teknologi dalam pengelolaan dan pengembangan geopark yang berkelanjutan.
Menurut dia, hal yang tak kalah pentingnya, Pemprov Kalsel juga akan mendorong pemanfaatan Geopark Meratus sebagai penggerak ekonomi lokal yang inklusif dan berkelanjutan serta mendorong kemitraan dan kolaborasi lintas sektor untuk memperkuat sinergi pendanaan dan pelaksanaan pengembangan geopark.
Dalam acara yang dihadiri sejumlah Kementerian/Lembaga, Dewan Pakar Komite Nasional Geopark Indonesia, para Kepala Daerah di wilayah Geopark, Badan Pengelola Geopark, BUMN, Non-Governmental Organization (NGO) serta Lembaga lainnya ini.
Dalam momen itu juga diserahkan apresiasi Rahayuning Bhumi Award yang tidak hanya menjadi ajang apresiasi, tetapi juga sarana edukasi dan promosi untuk menumbuhkan rasa memiliki masyarakat terhadap Geopark di Indonesia serta dalam rangkaian acara tersebut juga digelar Pameran Foto Geopark Indonesia, termasuk dari Geopark Meratus.
Seperti diketahui, Geopark Meratus di Kalimantan Selatan, mempunyai luas wilayah sekitar 3,645.01 km2, yang mencakup enam Kabupaten/Kota yaitu Kota Banjarbaru, Banjarmasin, Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS), Kabupaten Tapin, Kabupaten Barito Kuala (Batola) dan Kabupaten Banjar.
Geopark Meratus resmi masuk dalam daftar UNESCO Global Geoparks (UGGp) setelah ditetapkan dalam Sidang Dewan Eksekutif UNESCO ke-221 di Paris pada April 2025 dan pengakuan ini menjadikan Geopark Meratus sebagai geopark pertama di Kalimantan. adp/ani

