Mata Banua Online
Kamis, April 23, 2026
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper
Mata Banua Online
No Result
View All Result

Jurnalis di Era Digital

BI Gelar Capacity Building Jurnalis Kalsel

by Mata Banua
12 Oktober 2025
in Ekonomi & Bisnis
0

 

D:\2025\Oktober 2025\13 Oktober 2025\7\7\bawah.jpg

Berita Lainnya

Harga Emas Antam Amblas Rp50 Ribu

Harga Emas Antam Amblas Rp50 Ribu

22 April 2026
Siap-siap Harga Minyakita Naik

Siap-siap Harga Minyakita Naik

22 April 2026

NARA SUMBER – Kegiatan capacity building oleh BI Perwakilan Kalsel untuk juralis beberapa media di Kalsel ini menghadirkan dua nara sumber yang berkompeten dibidang pers dan media massa.(Foto: mb/fadilah)BANK Indonesia Perwakilan Ka­limantan Selatan mengadakan ke­giatan capacity building bagi pa­ra jurnalis, khususnya kepada be­berapa Pimpinan Redaksi me­dia di Kalimantan Selatan dan pa­ra finalis Kompetisi Karya Tu­lis Jurnalis (KKTJ) 2025 ya­ng berlangsung di Batam 7-8 Ok­tober 2025.

Sebelum memasuki materi uta­ma peningkatan wawasan ke­pa­da jurnalis yang berjumlah 20 war­tawan termasuk 10 di­an­ta­ra­nya dari unsur Pimpinan Re­dak­si, Kepala Perwakilan Bank In­do­nesia Kalimantan Selatan, Fajar Majardi, mengatakan, di te­ngah derasnya informasi di­gi­tal, media massa tetap menjadi sum­ber informasi yang di­per­ca­ya publik.

“Media sosial memang ban­yak diakses, tapi untuk in­for­ma­si yang benar, publik tetap kem­bali ke media massa karena ko­de etik dan pro­fe­si­o­na­lis­me­nya,” ujar Fajar.

Fajar juga menegaskan pen­ti­ngnya kerja sama media da Bank Indonesia dalam men­yam­pai­kan kebijakan ekonomi secara be­rimbang dan membangun op­ti­misme masyarakat.

Fadjar juga menyampaikan, ha­sil survey Nielsen men­ya­ta­kan bahwa 76 persen mas­ya­ra­kat masih mencari sumber berita da­ri media masa berupa portal be­rita resmi.

“Media masa ada kode etik jur­nalistik. Sebab itulah kami ju­ga menjadikan media masa se­ba­gai mitra kerja. Dan kita se­mua yakin para jurnalis punya pro­fesionalisme dan sigap me­ng­hadapi dinamika yang ber­kem­bang,” katanya.

Karena itu kata Fadjar Bank In­donesia Perwakilan Kalsel, ingin sama-sama meningkatkan ko­laborasi dan kapasitas dalam men­yampaikan berita ekonomi ya­ng akurat dan berimbang.

Diharapkan capacity building ini dapat menambah kapasitas jur­nalis dalam menyajikan ke­bi­jak­an Bank Indonesia kepada pub­lik.

Selain itu, juga dharapkan men­­jadi ruang berbagi dan be­la­jar serta memperkuat pada jur­na­lis terhadap penjaga kualitas in­formasi publik khususnya di bi­dang ekonomi.

Kegiatan capacity building sa­ng­at menarik lagi dengan meng­hadirkan nara sumber yang kom­penten, masing-masing di­bi­dang pers dan perbankan, yang ma­terinya berupa Kebijakan Ko­mu­­nikasi Bank Indonesia dengan nara sumber dari internal BI.

Nara sumber kedua me­ng­ha­dirkan tokoh pers nasional, Paulus Tri Agung Kristanto, Wa­kil Pemimpin Umum Ko­m­pas yang juga menjabat sebagai Ke­tua Komisi Pendidikan, Pel­a­tih­an dan Pengembangan Profesi D­­e­wan Pers (2022-2025), ten­tang Etika Pemberitaan Eko­no­mi di era Disinformasi.

Pada salah satu sesion yang me­narik pada kegiatan ini pada ma­teri yang mengupas peran jur­nalis di Era Digital.

Ia menyampaikan pan­da­ng­an­nya mengenai pembeda antara jur­nalis manusia dan kecerdasan bu­atan, serta pentingnya jur­na­lisme yang terverifikasi di era digital.

Menurut Kristanto, jurnalis era digital saat ini adalah ba­gai­mana mereka dapat melawan arus disinformasi, karena ma­rak­nya orang yang mem­pro­duk­si dan menyebarkan berita me­la­lui berbagai platform digital, se­perti situs berita, media sosial, dan aplikasi seluler, dengan menyajikan hoaks dan berita palsu.

Menurut Kristanto, mun­cul­nya kecerdasan buatan (AI) memang dapat membantu jur­na­lis, tetapi juga berpotensi men­yebarkan informasi yang keliru. Ka­rena itu jurnalis harus tetap ber­pegang pada verifikasi fakta dan kode etik jurnalistik.

Karena itu, pentingnya para jur­nalis memiliki ketrampilan ya­ng harus dikuasai sejumlah ke­terampilan baru dan m­e­ng­­e­mb­angkan yang sudah ada dengan ber­pikir kritis yang selalu men­ya­ring dan menganalisis in­fo­rmasi di tengah banyaknya data dari berbagai sumber.

Pada capacity building ini ju­ga diumumkan pemenang KKTJ 2025 dari dua kategori yaitu katagori media cetak/oline dan Televisi/Radio.

Dalam kegiatan ini peserta ber­kesempatan mengunjungi Kawasan Industri di kota Batam yaitu PT Batamindo Investment Cakrawala (BIC), sebuah perusahaan pengelola dan peng­embang kawasan industri ter­be­sar di Batam. (fadilah)

 

Mata Banua Online

© 2025 PT. Cahaya Media Utama

  • S0P Perlindungan Wartawan
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

No Result
View All Result
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper