Mata Banua Online
Sabtu, April 25, 2026
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper
Mata Banua Online
No Result
View All Result

Pengusaha Besar Terlibat Pengoplosan Beras

by Mata Banua
15 Juli 2025
in Ekonomi & Bisnis
0

JAKARTA – Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyebut salah satu pengusaha be­sar diduga terlibat kasus beras oplosan. Ia tidak men­yebut identitas pengusaha tersebut. Amran han­ya mengatakan pengusaha itu kini tengah di­periksa penegak hukum.

Menurut Amran kasus beras op­losan tesebut segera di­tun­tas­kan dengan melibatkan pihak ke­po­lisian dan kejaksaan, sehingga mas­yarakat kecil tidak merasa di­ru­gikan.

Berita Lainnya

BTN Tumbuh Positif di Kalsel

BTN Tumbuh Positif di Kalsel

24 April 2026
Harga Emas Antam Kembali Merosot

Harga Emas Antam Kembali Merosot

23 April 2026

“Nah ini harus diselesaikan, ka­mi sudah menyurat ke Kapolri dan Kejagung dan Satgas pangan ju­ga sudah bekerja yang me­li­bat­kan pengusaha besar yang telah di­periksa tanggal 10 kemarin,” ka­ta Andi Amran usai hadiri aca­ra wisuda Unhas

Amran menyebutkan bahwa se­banyak 212 merek beras tidak se­uai standar ditemukan oleh Sat­gas Pangan. Kerugian masyarakat atas temuan tersebut mencapai Rp 99 triliun.

“Yang menarik ada 212 me­rek beras yang merugikan mas­ya­rakat mencapai Rp 99 triliun. Katakanlah Rp 100 triliun, kalau itu terjadi selama 10 tahun, kan bi­sa mencapai Rp 1000 triliun, ka­lau 5 tahun bisa Rp 500 triliun. Ini harus diselesaikan,” ung­kap­nya.

Pemerintah mengumumkan 212 merek beras medium dan pre­mium diduga oplosan. Merek-me­rek itu setidanya tersebar di 10 provinsi.

Temuan bermula dari pe­nin­dakan kepolisian terhadap gu­dang di Kecamatan Cikeusal, Ka­­bupaten Serang, Banten. Po­lisi menemukan modus beras Bu­log yang telah diputihkan di­bu­ng­kus dengan merek Ramos dan Ban­tuan Pangan dari Badan Pa­ng­an Nasional (Bapanas).

Beras hasil oplosan itu di­pa­sar­kan di Bogor, Tangerang, Se­rang dan Kota Cilegon. Mereka su­dah beroperasi sejak 2019. Pa­ra pelaku mengantongi ke­un­tu­ng­an Rp732 juta hanya untuk pe­ri­ode Desember 2023 hingga Maret 2024.

Kementerian Pertanian (Ke­men­tan) juga melakukanuji kua­li­tas terhadap 268 sampel beras da­ri 212 merek. Pengujian di­la­ku­kan pada 6 hingga 23 Juni 2025.

Hasilnya, 85,56 persen beras pre­mium yang diuji tidak sesuai de­ngan standar mutu yang di­te­tap­kan. Kemudian, 59,78 persen be­ras premium tersebut juga ter­catat melebihi harga eceran ter­ti­nggi (HET). Sekitar 21,66 per­sen memiliki berat riil yang lebih ren­dah dibandingkan dengan ya­ng tertera pada kemasan.

Kementan juga menemukan 88,24 persen beras medium tidak me­menuhi standar mutu SNI. Se­kitar 95,12 persen beras medium di­temukan dijal dengan harga ya­ng melebihi HET.

Kementan mencatat 9,38 per­sen memiliki selisih berat yang le­bih rendah dari informasi yang te­r­cantum pada kemasan.

Pengamat Pertanian Asosiasi Ek­o­nomi Politik Indonesia (AEPI) Khudori menilai masalah ber­sumber dari ketimpangan har­ga pembelian pemerintah (HPP) ter­hadap gabah kering panen (GKP) dengan harga eceran ter­ti­nggi (HET) beras.

Pemerintah menaikkan HPP GKP 47 persen sejak urusan be­ras ditangani Badan Pangan Na­si­onal (Bapanas) pada 2023. Se­mentara itu, HET beras medium hanya naik 30 persen dan HET be­ras premium hanya naik 16 per­sen.

“Ketika HPP GKP naik men­jdi Rp6.500 per kg, HET-nya tidak disesuaikan, tidak ada ke­naikan. Padahal, kita semua tahu gabah kering panen itu ba­han baku beras. Kalau bahan ba­ku­nya naik, berasnya mestinya na­ik,” kata Khudori. cnn/mb06

 

Mata Banua Online

© 2025 PT. Cahaya Media Utama

  • S0P Perlindungan Wartawan
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

No Result
View All Result
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper