Mata Banua Online
Senin, April 6, 2026
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper
Mata Banua Online
No Result
View All Result

Walikota Prihatin Minimnya Peserta Didik Baru

by Mata Banua
1 Juli 2025
in Banjarmasin, Kotaku
0
D:\2025\Juli 2025\2 Juli 2025\5\hal 5\Muhammad Yamin - Copy.jpg
MUHAMMAD YAMIN. (foto:mb/ist)

BANJARMASIN – Walikota Banjarmasin Muhammad Yamin prihatin kekosongan peserta didik baru di sejumlah sekolah di kota ini. Hal itu terjadi hampir setiap tahun dan umumnya di sekolah tingkat SD di pinggiran kota.

“Mungkin perlu menjadi perhatian khusus di Dinas Pendidikan untuk bisa mengkaji apa sih masalah dan kendala yang membuat minimnya anak-anak ke sekolah tersebut,” ucapnya, Selasa (1/7).

Berita Lainnya

Walikota Launching Logo 500 Tahun Banjarmasin

Walikota Launching Logo 500 Tahun Banjarmasin

5 April 2026
Diskopumker Prioritaskan KMP dan Penguatan UMKM

Diskopumker Prioritaskan KMP dan Penguatan UMKM

5 April 2026

Menurut Yamin, jika minimnya peserta didik ini berkaitan dengan predikat sekolah favorit yang selalu banyak diminati, tentunya hal ini menjadi tantangan Pemerintah Kota (Pemko) Banjarmasin untuk melakukan pemerataan fasilitas sekolah yang memadai, termasuk tenaga pendidiknya.

Hal ini bertujuan untuk meminimalisir adanya diskriminasi atau kesenjangan pendidikan bagi sejumlah sekolah yang kurang diminati, terutama yang berada di pinggiran kota.

“Perlu diperhatikan apakah karena masih ada perbedaan pandangan terhadap sekolah favorit dengan yang tidak. Sehingga perlu pemerataan agar siswa merasa nyaman di manapun mereka bersekolah, itu yang harus diperhatikan,” terangnya.

Selain itu, menurutnya perlunya juga mendata kembali kelulusan peserta didik setiap tahunnya dan menghitung ketersediaan sekolah yang siap menampung.

“Misalnya berapa kelulusan anak TK dan dihitung juga jumlah ketersediaan sekolah. Ini perlu pemetaan juga,” tutupnya. via

 

Mata Banua Online

© 2025 PT. Cahaya Media Utama

  • S0P Perlindungan Wartawan
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

No Result
View All Result
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper