
TANJUNG – Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kabupaten Tabalong, menggelar Bimbingan Teknis Pengarusutamaan Gender.
Kegiatan ini diikuti oleh 70 orang peserta yang terdiri dari 18 desa dan kelurahan yang ada di Tabalong di Hotel Aston Tanjung, Senin (23/6).Dalam kesempatan tersebut, Ketua Pelaksana Norma Liani menyampaikan bahwa, kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas SDM dalam menganalisis kesenjangan gender.
“Tujuannya antara lain mengidentifikasi potensi, hambatan, tantangan, dan peluang dalam pengarusutamaan gender di tingkat desa dan kelurahan, serta menyusun dan melaksanakan program yang responsif gender,” ujarnya.
Ia menambahkan, kegiatan ini juga bertujuan untuk mendorong pelaksanaan pengarusutamaan gender secara terpadu dan terkoordinasi di seluruh perangkat daerah.
“Kemudian untuk meningkatkan kemampuan SDM dalam memantau pelaksanaan PUG, serta memahami cara menyusun analisis GAP, GBS, dan TOR,” tambahnya.
Sementara itu, Pelaksana Harian (Plh) Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida), Sujadi mengatakan pengurusutamaan gender merupakan salah satu strategi pembangunan yang penting.
“Penting untuk melakukan analisa gender agar bisa mengenali kebutuhan perempuan dan laki-laki yang ditemui sehingga dapat mengeluarkan program serta kebijakan yang tepat sasaran,” ungkapnya.
Melalui Bimtek ini ia ingin perencanaan dan penganggaran program kegiatan di seluruh seluruh desa dan kelurahan, benar-benar memperhatikan aspek gender secara adil dan seimbang.”Tidak boleh ada lagi kebijakan yang bersifat netral gender, namun mengabaikan terhadap kebutuhan khusus yang dimiliki oleh kelompok tertentu, baik laki-laki maupun perempuan,” pungkasnya.yan/rds

