Mata Banua Online
Sabtu, April 25, 2026
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper
Mata Banua Online
No Result
View All Result

Hanya 4 Persen UMKM Terhubung ke Pasar Global

by Mata Banua
15 Juni 2025
in Ekonomi & Bisnis
0

JAKARTA – Ketua Umum Asosiai Pengusaha In­do­nesia (Apindo), Shinta W Kamdani, men­ye­but bahwa dari total 66 juta pelaku usaha mik­ro, kecil, dan menengah (UMKM) di In­do­ne­sia, hanya 7 persen yang berhasil terhubung de­ngan rantai pasar domestik. Kemudian, han­ya 4 persen yang mampu menembus rantai ni­lai global.

“Angka ini jauh tertingal di­­ban­dingkan negara tetangga se­per­ti Vietnam yang sudah m­e­ng­integrasikan 20 persen UMKM-nya ke pasar global,” ka­ta Shinta dalam acara Diplomat Suc­cess Challenge di Jakarta.

Berita Lainnya

BTN Tumbuh Positif di Kalsel

BTN Tumbuh Positif di Kalsel

24 April 2026
Harga Emas Antam Kembali Merosot

Harga Emas Antam Kembali Merosot

23 April 2026

Ia juga menyebut kontribusi UMKM terhadap ekspor nasional ma­sih terbatas, yakni hanya se­ki­tar 15,7 persen. Sebagai per­ban­dingan, UMKM di Thailand mam­pu berkontribusi hingga 29 per­sen erhadap ekspor ne­ga­ra­nya.

Apindo juga menyoroti ham­batan fundamental yang dihadapi UMKM di Indonesia. Ber­da­sar­kan survei terhadap lebih dari 2.000 perusahaan pada 2024, se­ban­yak 51 persen UMKM men­ya­takan keterbatasan akses keuangan dan permodalan se­ba­gai tantangan utama. Biaya pin­jaman yang tinggi, proses bi­rok­ras yang kompleks, serta ti­ng­gi­nya persepsi risiko terhadap UMKM menjadi faktor pe­ng­ham­bat.

Akibatnya, lebih dari 80 per­sen UMKM masih sangat ber­gan­tung pada pendanaan pribadi un­tuk memulai dan me­ge­m­ba­ng­kan usahanya.

Selain itu, sekitar 35 persen UMKM mengeluhkan kesulitan da­lam mengakses pasar, pro­mosi, dan pemasaran produk. Hanya 9 persen yang memiliki ak­ses terhadap teknologi dan alat pro­duksi yang memadai.

“Ini menjadi masukan pen­ting yang kami sampaikan kepada Ke­mentrian Koperasi dan UKM. Yang kita cari sekarang adalah so­lusinya agar angka-angka ini bisa diperbaiki,” ujar Shinta.

Menanggapi hal tersebut, De­puti Usaha Menengah Ke­men­terian Koperasi dan UKM, Ba­gus Rachman, mengatakan bah­wa pemerintah tengah mem­per­siapkan pembentukan holding UMKM sebagai entuk integrasi dan kolaborasi antarkementerian tek­nis untuk meningkatkan par­tisipasi UMKM dalam rantai pa­sok nasional dan global.

Holding UMKM ini akan menjalankan peran sebagai ag­regator, inkubator, pemasar, dis­tri­butor, serta penghubung ke lem­baga pembiayaan.

“Konsep ini akan diuji coba di 10 sektor prioritas,dimulai dari sektor kelautan dan perikanan, ke­mudian menyusul sektor pertanian,” kata Bagus. ant/mb06

 

Mata Banua Online

© 2025 PT. Cahaya Media Utama

  • S0P Perlindungan Wartawan
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

No Result
View All Result
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper