Mata Banua Online
Sabtu, April 25, 2026
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper
Mata Banua Online
No Result
View All Result

Menunggu Janji Penyaluran Bansos Beras

by Mata Banua
3 Juni 2025
in Ekonomi & Bisnis
0
D:\2025\Juni 2025\4 Juni 2025\7\7\master 7.jpg
BANTUAN SOSIAL BERAS – Pemerintah menjanjikan akan menyalurkan bantuan sosial (bansos) pangan berupa beras selama 2 bulan sepanjang Juni-Juli 2025. Bantuan pangan beras ini akan menyasar kelompok miskin dan rentan. Mereka akan mendapatkan 10 kg beras gratis untuk 2 bulan, sehingga akan dapat 20 kg beras.(foto:mb/web)

JAKARTA – Pemerintah akan me­ng­ge­lon­torkan bantuan sosial (bansos) pangan be­ru­pa beras sebanyak 360.000 ton beras se­lama 2 bulan sepanjang Juni-Juli 2025. Ban­tuan pangan beras ini akan menyasar ke­lompok miskin dan rentan.

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengatakan pemerintah akan mengeluarkan bansos sebanyak 180.000 ton beras per bulan untuk dua bu­lan. Sehingga, totalnya bakal ada 360.000 ton beras yang diterima masyarakat selama dua bulan. “Kami akan bagi ke masyarakat ti­dak mampu,” kata Amran seusai rapat ter­batas yang dikutip di YouTube Sekretaris Pre­siden, Selasa.

Berita Lainnya

BTN Tumbuh Positif di Kalsel

BTN Tumbuh Positif di Kalsel

24 April 2026
Harga Emas Antam Kembali Merosot

Harga Emas Antam Kembali Merosot

23 April 2026

Adapun, Amran menjelaskan pen­ya­lur­an bantuan beras ini uamanya akan diberikan pa­da tiga kategori penerima. Pertama, pe­me­rintah membagikan bansos pangan beras ke­pada daerah-daerah yang tidak me­ng­ha­sil­kan beras atau minim, seperti Papua hi­ng­ga Maluku.

Amran menyatakan Kementan akan se­ge­ra mengeksekusi penyaluran bansos beras da­lam kurun waktu 2 bulan sekaligus. Ke­dua, penerima bansos beras menyasar dae­rah perkotaan yang juga tidak menghasilkan be­ras. Ketiga, daerah penghasil khusus di Pu­lau Jawa harus kita lindungi. Amran men­yebut bahwa terdapat wilayah kabupaten men­catatkan harga beras yang melampaui har­ga pembelian pemerintah (HPP).

Lebih lanjut, Amran menuturkan bahwa pe­merintah berkomitmen untuk menjaga seim­bangan antara kesejahteraan petani dan ke­terjangkauan harga beras bagi mas­ya­ra­kat, khususnya kelompok miskin dan ren­tan.

Di samping itu, Amran menekankan pe­merintah akan tetap menjaga agar nilai tu­kar petani tidak turun di tengah gelontoran ban­sos beras ini. Terlebih, rasio NTP telah men­capai 121 pada Mei 2025, angkanya le­bih tinggi dibandingkan periode yang sa­ma tahun lalu di level 116.

“Alhamdulillah, sekarang sektor per­ta­nian pertumbuhan NTP-nya cukup baik dan stok kita cukup aman karena yang akan ka­mi keluarkan hanya 360.000 ton dan ke­mu­ngkinan bulan ini serapannya bisa 400.000 ton-500.000 ton,” ungkapnya.

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Ke­uangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati me­ng­atakan pemerintah bakal menyalurkan 10 kilogram (kg) bantuan bras gratis selama dua bulan ke depan, di samping mem­be­ri­kan tambahan kartu sembako senilai Rp200.000 per bulan. Mereka juga akan men­dapatkan 10 kg beras bantuan beras gra­tis untuk 2 bulan, jadi akan dapat 20 kg beras. bisn/mb06

 

Mata Banua Online

© 2025 PT. Cahaya Media Utama

  • S0P Perlindungan Wartawan
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

No Result
View All Result
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper