Mata Banua Online
Senin, April 6, 2026
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper
Mata Banua Online
No Result
View All Result

Menteri Hanif Tinjau TPA Hatiwin

by Mata Banua
21 Mei 2025
in Indonesiana, Tapin
0
D:\2025\Mei 2025\22 Mei 2025\2\22\New Folder\Menteri Hanif Tinjau TPA Hatiwin.jpg
TINJAU TPA – Menteri Lingkungan Hidup RI Hanif Faisol Nurofig di dampingi Staf Ahli Bupati Tapin Bidang Ekobang H Syafrudin bersama Kepala Dinas LH H Nordin dan jajaran saat meninjau TPA Hatiwin, Kecamatan Tapin Selatan, Rabu (21/5). (Foto: mb/her)

RANTAU – Dalam rangka melaksanakan kunjungan kerja (kunker) di Kalimantan Selatan, Menteri Lingkungan Hidup (LH) RI Hanif Faisol Nurofig menyempatkan mengunjungi Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Hatiwin di Desa Hatiwin, Kecamatan Tapin Selatan, Rabu (21/5).

Kedatangan rombongan menteri ini di sambut Bupati Tapin H Yamani yang di wakili Staf Ahli Bupati Bidang Ekobang H Syafrudin SIP bersama Kepala Dinas LH Ir H Nordin MS dan jajaran.

Berita Lainnya

Rifqinizami Karsayuda Silaturahmi Syawal di Tapin

Rifqinizami Karsayuda Silaturahmi Syawal di Tapin

5 April 2026
Warga Diimbau Jangan Buka Lahan dengan Dibakar

Warga Diimbau Jangan Buka Lahan dengan Dibakar

5 April 2026

Menteri LH RI Hanif Faisol Nurofiq mengungkapkan, kunjungannya ke Bumi Ruhui Rahayu ini untuk melihat TPA di Tapin dan sekaligus mengetahui secara langsung kondisi TPA serta permasalahannya.

Menurutnya, dengan jumlah penduduk Tapin sekitar 250 ribu orang, jika per orang menghasilkan sampai 1/2 kg per hari, maka ada 100 ton sampah per harinya. Jumlah itu di nilai sangat kecil yang pasti dapat diselesaikan.

“Dengan volume 100 ton sampah per hari, tentu penanganan sampah di Tapin tidak terlalu berat, hanya perlu kerja keras. Berbeda dengan daerah lainnya yang volume sampahnya besar,” ujarnya.

Hanif menambahkan, kunjungan ini sekaligus melakukan mapping dan mempersiapkan peralatan dalam mengelola sampah.

“Untuk itu kita meminta kepada Pemerintah Kabupaten Tapin agar serius dalam menangani sampah. Presiden RI sangat serius dalam menyelesaikan permasalah sampah, sehingga hal itu meyakinkan kita bahwa permasalahan sampah adalah hal serius untuk di tangani di semua kabupaten/kota,” jelasnya.

Terkait tempat pengolahan sampah Reduce, Reuse, dan Recycle (TPS 3R), Menteri Hanif berharap satu hari bisa menangani satu hingga dua truk atau minimal bisa 10 ton, sehingga TPS 3R bisa di perbanyak sesuai dengan jumlah penduduk yang ada.

Untuk penanganan sampah di Tapin, lanjut dia, kemungkinan juga dibutuhkan satu unit fasilitas Refuse Derived Fuel (RDF) yang mengubah sampah menjadi bahan bakar padat yang dapat menggantikan batu bara, atau pengelola bahan bakar untuk semen yang di kelola dari sampah.

“RDF ini sangat efisien, tinggal di cacah dan di press kemudian sudah bisa di kirim. Jika 100 ton sampah di Tapin, mungkin perlu dua RDF dan permasalahan sampah selesai. Yang terpenting masyarakat harus mau memilah sampah,” pungkasnya. her

 

Mata Banua Online

© 2025 PT. Cahaya Media Utama

  • S0P Perlindungan Wartawan
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

No Result
View All Result
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper