
TANJUNG – Ratusan pekerja yang tergabung dalam Serikat Pekerja Kimia Energi Pertambangan Minyak Gas Bumi dan Umum (FSPKEP) SIS Admo menyerukan aspirasi mereka di Halaman Pendopo Bersinar, Kamis (1/5).
Ini merupakan bagian dari peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) yang di kemas dengan nuansa syukuran dan kegiatan bakti sosial.
Acara tersebut di hadiri jajaran Forkopimda Tabalong, dan berbagai kegiatan di gelar dari pemotongan tumpeng, penyerahan cinderamata, hingga pemberian bantuan sosial kepada anak-anak yatim.
Selain itu, FSPKEP SIS Admo juga menyerukan aspirasi mereka kepada pemerintah daerah sebanyak 13 tuntutan.
Salah satu poin utama yang di soroti adalah penolakan terhadap efisiensi anggaran di sektor pendidikan, infrastruktur, kesehatan, dan pertanian, hingga peningkatan mutu pendidikan serta layanan kesehatan di Tabalong.
Bupati Tabalong H Muhammad Noor Rifani pun menanggapi hal yang telah disampaikan para pekerja tersebut.
“Terkait efisiensi yang dilakukan oleh pemerintah tidak akan menyentuh program-program pelayanan dasar, seperti pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur,” katanya.
Di bidang kesehatan, bupati menjelaskan cakupan BPJS Kesehatan yang telah mencapai 100 persen serta pelayanan RSUD H Badaruddin Kasim yang kini lebih modern dan berbasis digital.
“Pemkab juga telah meluncurkan program homecare bagi lansia, penyandang disabilitas, dan pasien stroke yang memungkinkan pelayanan medis dilakukan langsung di rumah,” ungkapnya.
Haji Fani menambahkan, untuk bidang pendidikan, baru-baru ini ia baru saja datang ke kantor Google Indonesia untuk menjalin kerja sama.
Adapun kerja sama tersebut, Tabalong menjadi satu-satunya kabupaten di Kalimantan Selatan yang mendapat enam sekolah rujukan dari Google. Program ini akan segera diluncurkan pada Mei mendatang.
“Ini adalah bukti nyata pemerintah daerah serius meningkatkan mutu pendidikan dan kesehatan bagi masyarakat Tabalong, termasuk bagi keluarga para pekerja,” ucap bupati.
Sementara, Ketua DPC FSPKEP Tabalong Sahrul menyebutkan, peringatan May Day tahun ini terasa sangat istimewa. Pasalnya, untuk pertama kalinya forkopimda hadir langsung dan mendengarkan orasi serta tuntutan para pekerja.
“Sebelumnya kami selalu menggelar aksi di DPRD. Tapi tahun ini sangat istimewa karena forkopimda hadir langsung mendengarkan tuntutan kami, pemindahan lokasi ini juga hasil dari koordinasi pihak terkait” ujarnya. yan

